Negeri vs Swasta??



SNMPTN jalur undangan menyisakan banyak sekali pertanyaan di benakku, entah dari sistem seleksi atau gimana cara kerjanya, tapi karena sudah tidak berhasil di sana, maka aku lebih memilih masuk di universitas swasta saja. Saat bicara dengan teman-temanku yang gagal di undangan juga, mereka memilih mengadu nasib di battlefield bernama SNMPTN Tulis. Pas ditanya kenapa aku tidak ikut jalur tulis, aku bilang saja “Aku udah diterima di universitas swasta, jadi ngga ikut SNMPTN lagi,”. Beberapa temanku bisa menerimanya dan ada juga yang bertanya, “Kenapa swasta?” dengan nada seperti merendahkan. Padahal ada banyak juga temanku yang memilih lanjut ke swasta. Kenapa mindset masayarakat kebanyakan ter-set pada “negeri lebih bagus?” Karenanya, aku ingin mencoba mencari kenapa kebanyakan orang melirik negeri dibandingkan swasta.

  1. Swasta lebih mahal? Memang kan…
  2. Umumnya, saat orang mendengar kata swasta, maka yang terbayang adalah kata MAHAL.

    Manusia sekarang sangat peka dengan harga. Karenanya mereka berbondong-bondong ke pasar murah. Mereka akan membeli barang mahal hanya jika ada sebuah keunikan pada barang itu.
    -Sir Alan

    Kata-kata Sir Alan dari The Apprentice sangat menggambarkan keadaan masyarakat kita sekarang yang peka dengan harga seperti kenaikan harga BBM. Adalah sangat logis jika universitas swasta lebih mahal daripada universitas negeri. Hal ini berasal dari statusnya. Universitas negeri disubsidi oleh pemerintah, sedangkan universitas swasta sama sekali tidak disubsidi pemerintah. Oleh karena itu, biaya operasional universitas swasta murni berasal dari mahasiswanya atau lembaga sponsor lainnya (jika ada). Nah, jika kita anggap perkataan Sir Alan di atas adalah benar adanya, maka akan sesuai dengan keadaan di masyarakat sekarang yang lebih memilih masuk universitas negeri. Jadi, dari segi finansial, universitas negeri lebih menang daripada universitas swasta.

  3. Masalah kualitas bagaimana?
  4. Kalau masalah kualitas, ini pertanyaan yang agak susah. Kenapa? Karena susah menilai kualitas. Kita selalu berbicara mengenai kualitas, tapi kualitas selalu diukur secara kuantitatif. Menilai kualitas tidak bisa mempercayai IPK semata. Tapi begini saja. Menurut pengamatanku, kebanyakan mahasiswa negeri lebih condong ke arah teori, sedangkan swasta lebih berorientasi ke pekerjaan atau soft skills. Kebanyakan universitas swasta mengajarkan mahasiswanya agar bisa mencari pekerjaan nanti, sedangkan universitas negeri lebih berpikir untuk mengarahkan mahasiswanya menjadi peneliti.
    Namun, pandangan masyarakat bahwa universitas swasta memiliki kualitas yang lebih buruk berdasarkan akreditasi saja tidaklah benar. Coba saja lihat peringkat universitas di Indonesia, ada sebuah universitas swasta di 5 besar. Dan salah satu universitas swasta di Indonesia sudah 30 tahun berjaya dan tidak diragukan kualitasnya. Jadi, dalam hal kualitas, keduanya sama saja.

  5. Prospek ke depan? Apa aku bakal dapet kerja?
  6. Gampang saja. Jika anda ingin kerja, masuklah swasta. Karena biasanya universitas swasta lebih mempersiapkan anda untuk memasuki dunia kerja dengan segala training dan pembekalan yang anda terima di sana. Menurut Kompas, banyak fresh graduate kesulitan mencari kerja karena sebelumnya tidak mempunyai pengalaman kerja atau skill yang dicari oleh perusahaan. Hal ini yang menjadi daya tarik universitas swasta, yang memang mempersiapkan mahasiswanya menjadi tenaga kerja andal. Apabila anda lebih memilih universitas negeri, maka anda lebih diarahkan untuk melanjutkan studi anda lebih tinggi. Masalah pekerjaan, universitas negeri sekarang biasanya memiliki semacam career center sebagai tempat tukar info mengenai dunia kerja. Namun, universitas swasta umumnya lebih banyak punya koneksi dengan perusahaan-perushaan terkemuka. Jadi, dalam hal perekrutan kerja, universitas swasta lebih menang.

  7. Gimana dengan tenaga pengajarnya?
  8. Tenaga pengajar di universitas negeri semuanya adalah PNS, dengan sebagian kecil dosen tamu atau lainnya. Tenaga pengajar di universitas swasta berasal dari latar belakang yang berbeda, misalnya mantan Duta Besar, mantan Menteri atau semacamnya.
    Di universitas negeri, tenaga pengajar lebih mengikuti prosedur kurikulum yang berlaku ketimbang mendobrak sistem dan melakukan revolusi, meski tidak semuanya begitu. Kenapa? Ini karena dosen negeri terikat dengan kurikulum dan tali-tali pemerintah.
    Di universitas swasta, tenaga pengajarnya banyak yang memiliki ide-ide “lain” dalam proses pengajarannya, sehingga mahasiswa dapat mempelajari banyak visi dan sudut pandang dari seseorang. Dan karena tidak terlalu terikat dengan tali-tali pemerintah, maka dosen swasta lebih bisa mengatur style mengajarnya asal masih dalam koridor yang berlaku.

Mungkin hanya sekian saja yang bisa aku dapat dulu, jika ada yang kurang, mohon ditambahkan, dan akan aku update segera. Tulisan ini hanya sudut pandangku, dan saran diterima. Terima kasih atas perhatian Anda.

About these ads

Tentang darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Mei 24, 2011, in Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 32 Komentar.

  1. Sepertinya swasta tidak selalu lebih mahal dari negeri
    saudaraku pernah bercerita bahwa dia tahu sebuah univ negeri (maaf ya nggak nyebutik merek) itu uang pangkal awal sekitar 55 juta sedangkan saya pribadi kuliah di univ swasta dengan uang pangkal awal 18,3 juta.

  2. Nice info :). Orang tua juga kebanyakan nyuruh anaknya masuk universitas negeri ketimbang swasta :s

  3. buat apa masuk swasta kalau bisa masuk negri?
    udah mahal, pas lulus cuma jadi ******, gak lebih,
    ahahahaha

    • pertama2, aku menghargai kemampuan anda untuk berkomentar, namun terpaksa saya sensor bahasa anda sedikit. nice trolling by the way, kudos.

      kedua, apakah anda memiliki bukti untuk mendukung pendapat anda? karena dari yg aku baca di koran, banyak sekali S1 lulusan negeri malah menganggur dibandingkan lulusan swasta. Untuk mendukung teori ini, bisa anda lihat dalam kurikulum univ swasta yg menawarkan “Entrepreneurship” atau “kewirausahaan” sebagai mata kuliah wajib. Sudah banyak univ swasta seperti itu.

      ketiga, biasanya lulusan univ swasta dibekali pengalaman kerja yang tidak dimiliki lulusan univ negeri pada umumnya. Pengalaman kerja inilah nilai plus bagi mereka, karena perusahaan pasti mencari seseorang yg terampil daripada yg berteori. lebih lanjut tentang ini bisa anda baca buku Robert Kiyosaki.

      keempat, tidak peduli lulusan univ negeri maupun swasta, apabila mahasiswa sendiri memang seperti yg anda katakan, bukankah sama saja? banyak kok lulusan univ swasta yg berhasil, tidak menjadi yg seperti anda katakan. Univ hanyalah fasilitator, yg menentukan apakah lulusannya menjadi yg seperti anda katakan atau tidak hanyalah diri mereka sendiri.

  4. saya setuju dengan anda, bagaimanapun kesuksesan tergantung pada diri pribadi masing2.. seseorang dengan IPK tertinggi di kampusnya belum tentu menjadi sukses, bisa saja orang dengan IPK rendah atau DO sekalipun dan banyak masalah dapat menjadi seorang yang berhasil. contoh orang2 bodoh yang sukses mendunia adalah :
    1. Adam Khoo
    2. Albert Eisntein
    3. Aristotle Onassis
    4. Thomas Alva Edison
    5. Chris Gardner
    6. Ludwig Van Beethoven
    7. Louis Braille
    8. Abraham Lincoln
    9. Bill Gates
    10.Mark Zuckerberg
    so semua tergantung dari diri kita masing-masing, tekad, keseriusan, kejujuran, kerja keras, dan mental kuat.

  5. tulisannya ngawur,terkesan sok tahu..anak swasta ya dek?wkwkwkwk

  6. saran saya,banyak2 bergaul ama orang pinter,maaf,maksud saya sama anak PTN top.biar tau gimana kurikulum di PTN,gimana kegiatan mahasiswa di kampus, gimana dosen2nya,sehingga alumni2nya banyak yg jadi pembesar bangsa,pembangun bangsa,entrepreneur sukses,direktur2 sukses,dan sebagainya..

    kasihan,kasihaan

  7. pendapat ane aja ya…. ^^
    1. soal biaya. baik swasta maupun negeri sama2 mahal skrg. coz negeri pun sekarang udah otonomi kalo masalah keuangan.
    2. perusahaan besar memilih karyawaannya pada test 1, pertama kali yg dilirik dari IPK dan asal PT. karena tidak semua PT mempunyai kualitas lulusan yang mumpuni. IPK emang blm tentu mencerminkan skill yang tinggi. tapi orang yang yang berskill tinggi tentunya ber-IPK tinggi. karena itu biasanya ada test 2.
    3. pandangan umum masyarakat kita lebih condong klo masuk negeri pasti wah….secara masuknya aja susah. tapi tidak menutup kemungkinan ada PTS yang berkualitas baik
    4. baik PTN ato PTS, asalkan orangnya giat blajar ntar pasti sukses. klo g bisa bekerja jadi babu orang. kita tetep bisa berwirausaha sendiri kan?

    • terima kasih sudah berkunjung :D
      1. iya, benar sekarang dah keliatan negeri itu mulai makin mahal. liat aja berapa uang sumbangan yang dibebankan ke mahasiswa.
      2. test 2 itu seperti apa ya? aku masih belum tahu soal prosedur mencari kerja :p
      3. sebenarnya kualitas itu masalah relatif. liat di USA, univ Ivy League itu banyakan swasta kan? Harvard, Stanford, Yale.. kalo menurutku, PTN itu namanya sudah lebih dikenal masyarakat.
      4. setuju !

  8. yang pasti klo negeri diutamakn dulu

  9. skill yg dbtuhkan… wlaupun di negri klau gk pake,, kn prcma… bgtu jg dgn swsta..

  10. sory gan bkan mw menggurui
    tapi cba dubah sedikit point of viewnya krena trkesan anda menjelek2an PTN
    klau ente mmg mahsiswa ya brsikaplah sbagai mahasiswa
    malu klau cman bsa kritik tpi gk bsa ngsih solusi

    • iya benar…kesannya malah banyak jeleknya ptn,menurutku negri atopun swasta sama saja,10 besar pt kan ada negeri dan swastanya…itu bukti ptn ato pts sama2 bersaing menjd kampus yg baik dan favorit…tp mungkin negri lah yg lebih menang dalam menarik mahasiswanya…

  11. 1. negeri menang reputasi
    2. negeri menang peminat
    3. negeri menang pengajaran (kualitas negeri tak diragukan *udah survey di beberapa ptn di semarang*)
    4. negeri menang beasiswa( dari pemerintah)
    tapi dari itu semua , tergantung setiap individu, dan rezeki masing masing.
    kita cuma bisa berusaha mencari yang terbaik disertai do’a
    ane dari universitas swasta di semarang….

  12. SWASTA & NEGERI sama saja,,
    kenyataanx lebih murah swasta dari pada negeri,, n jg bisa kebalikanx,,
    fasilitas ada plus n minusx jugag ,,

    ..masalah kelulusan N kesuksesan itu tergantung pribadi,..,
    Emang ada orang yang lulUsan kampus negeri udah pasti TERJAMIN ??????

    kalo kenyataanx iya, mending tutup aja semua kampus swasta !!

    So,, buat kawan2 yg mash bingung,, pakai cari berpikir mahasiswa,, jgn cara berpikr anag sms ,, oKEH ,,

    —GOOD LUCK–

  13. kakak2 semua saya lg bingung nih,saya dah di terima di universitas swasta yang jurusanya saya minati tapi orang tua pingin saya masuk ke politeknik negeri yang jurusanya gak begitu minat banget……..

    katanya klo negeri nanti lulusanya lebih diakui dari pada swasta?????bener gak tuh?????

  14. jdi universitas negeri dgn swasta hampir sama kualitasnya

  15. rezeki hanya Allah yang tau …

  16. Saya bisa mengatakan kalau dalam satu semester, minimal kalian yg di univ negri sudah memiliki hutang 23 juta persemesternya,

    Pasti banyak yang bertanya, itu hutang ke siapa?

    “Hutangnya ke Rakyat Indonesia”

    Mereka yang bayar pajak, telah mensubsidi kuliah kalian, khususnya buat kamu yang kuliah di kampus negeri.

    Pendidikan yang berkualitas itu hakekatnya memang mahal,

    dan yg menanggung biaya pendidikan tersebut adalah rakyat indonesialah yang dibebankan untuk membiayai kuliah kamu wahai mahasiswa subsidi.

    Dan janganlah engkau sombong, krna sesungguhnya scara tdk langsung engkau berhutang, rakyak tdk ingin melihat almamater mu, mreka cuma ingin lihat engkau berguna hay para mahasiswa subsidi.

  17. Semua ada plus minus nya sih. Secara reputasi, pengajaran dan sumber beasiswa memang negeri lebih bagus.

    Karena seperti yang agan katakan, memang di kampus swata pengajarnya sering tidak punya background mengajar, biasanya mereka adalah mantan duta besar, mantan CEO, dll sehingga cara mengajarnya pun belum tentu bisa diterima mahasiswa (saya kuliah di perguruan tinggi swasta dan saya merasakannya)
    Lalu, beasiswa juga tidak tersedia banyak di kampus swasta, saya bersyukur saya bisa kuliah dengan beasiswa di kampus swasta ini, walaupun beasiswanya tidak fullbright. Saya beberapa kali mencari beasiswa fullbright namun memang sulit.
    Masalah lapangan kerja, rasanya sama saja, kebanyakan pelamar kerja akan bekerja di bagian frontliner (staff) terlebih dahulu, baru naik dan naik. Kecuali memang pelamar tersebut memiliki kemampuan dan pengalaman yang sangat baik.

    Tips dari saya : walau pengajar mungkin tidak begitu baik dalam proses mengajar coba minta penjelasan lebih lanjut dari beliau dan tanya kepadanya buku apa saja yang perlu dibaca, Lalu, aktiflah berorganisasi karena menurut senior saya yang saat ini menjadi manajer HR di perusahaan BUMN, selain kuliah, organisasi dan pengalaman kerja adalah faktor yang sangat penting dalam perekrutan karyawan.

    Saya dulu hanya mencoba test-test beasiswa saja, satu beasiswa luar negeri, satu beasiswa ptn dan satu beasiswa pts. Karena saya dapat beasiswa pts, saya kuliah di pts

    Teman saya berkata
    “Kalau kita kuliah di PTN, maka PTN tersebut akan membesarkan nama kita, Jika kita kuliah di PTS, maka kita akan membesarkan nama PTS”
    maksudnya dengan mencetak banyak prestasi saat kuliah di PTS, kita akan meningkatkan rank kampus kita :)

  18. bagus…
    Sangat diterima sekali kta-ktanya…

  19. artikelnya bagus, karena :
    1. dilihat dari segi persentase pengangguran lulusan, persentase PTN lebih besar daripada PTS,,
    2. ada PTS yg bisa ngasih gelar bachelor (sarjana) bagi lulusannya, PTN hanya memberikan double degree dan itupun kalau bersedia overseas (kuliah di luar negeri)
    3. PTN hanya mengajarkan cara menghapal, padahal di dunia kerja itu berbeda. sedangkan PTS memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk berpikir kreatif dengan menggunakan teori yg ada.
    4. PTN menggunakan kurikulum yg abad 20, sedangkan PTS menggunakan kurikulum abad 21 (berkembang sesuai dengan jaman).
    5. meskipun bergantung pada diri kita sendiri, tetapi lingkungan mempunyai pengaruh yg besar terhadap kesuksesan kita. misalnya mencari pekerjaan di lingkungan orang sukses, pasti lebih gampang kan.

  20. kwkwkwwkkw
    mau7 swasta negri tetap pendidikan indonesia mash minim

  21. Maaf, tapi kenapa kalo mau masuk PTN, tesnya jauuh lebih susah dibanding mau masuk swasta? Dan kenapa di kebanyakan pts, tes masuk hanya sebuah formalitas (yang penting udah bayar uang masuk sekian juta) ?
    Maaf, berpendapat itu boleh, kan? :) tapi kok anda terkesan menjelekkan ptn, ya? Saya tau anda mahasiswa di pts, tapi tolong jangan menyudutkan ptn.

  22. PTN ataupun PTS keduanya sama aja, semuanya tergantung dari diri kita masing-masing nantinya. Setau saya yang menentukan sukses atau mudahnya seseorang itu bekerja sih dari skill atau kemampuan dianya. percuma kita tadinya lulusan PTN ataupun PTS yang bagus tapi skill kita untuk bekerja menghadapi dunia nyata masih nihil. Karena hidup bukan dari teori bro, percuma teori matang tapi dalam mempraktekannya nol besar.

    emang orang indonesia bisanya cuma memberi komentar, tetapi kenyataannya dia sendiri itu tidak lebih baik. Sekarang tinggal kalian sendiri buktikan siapa yang akan menjadi lebih baik dan menjadi lebih sukses. Setelah itu baru memberi masukan ke orang lain.

    Banyak orang yang tidak sekolah bahkan minim dalam segi pendidikannya tetapi dia bisa lebih baik dari pada yang berpendidikan tinggi. seseorang bisa menjadi apa yang dia inginkan bilamana ada kerja keras dan rasa ingin maju pada dirinya..

  23. harus ke universitas mana saja jika thun kelulusan SMA 5 tahun yang lalu…??
    apakah bisa masuk di universitas swasta.?

  24. Kalau ada yg terbaik knp cari yg baik.

  25. kenapa jadi di permasalahkan pts dengan ptn?
    jujur saya masuk pts karna berkali kali saya masuk ptn gagal. mungkin karena memang iq saya yang rendang, orang orang yang terpilih yg akan masuk ptn. itu pikir sayaa, setelah saya masuk pts saya merasa gak nyaman disana karena dosenya yang jarang masuk, sarana dan prasarana serta kualitas yang tidak menjamin padahal mahal. terkadang saya iri dengan ptn. dan mendapatkan ipk di atas 3 itu mudah.. pdahal saya termaksud mahasiswi yang malas masuk kelas. tapi ipk saya rata rata 3.00 saya tidak yakin mungkin memang karna swasta.
    dan perlu di ketahui sebenernya orang orang yang sukses itu tergantung dari jiwanya yang ingin sukses bukan di lihat dari ptn atau pts.

  26. gan mau tanya apa jalur masuk universitas swasta sma ky negri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 229 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: