Maaf, Tapi PersonaLity Sudah Mati

Admin di sini.

Blog ini sudah berjalan selama kurang lebih 3 tahun. Bermula saat aku kelas 3 SMA hingga sudah kuliah sekarang, PersonaLity merupakan blog pertama yang aku urus. Dulu, aku senang sekali bisa menulis apapun yang di pikiranku. Lalu, kesenanganku berlanjut ke menulis tentang anime. Awalnya aku berfokus membuat semua tulisan ini berbahasa Indonesia, tapi setelah waktu berjalan, aku mulai tidak bisa mengekspresikan diri lewat bahasa Indonesia. Aku tidak bisa menemukan kata-kata yang pas untuk menggambarkan keadaanku sekarang yang seakan terlepas dari bahasa Indonesia. Mungkin karena tuntutan kurikulum kampus yang memaksaku memakai bahasa Inggris setiap saat.

Selama 3 tahun memiliki blog ini, aku sangat antusias menulis dan berbagi kepada para pembaca. Aku juga sempat senang karena blog ini pernah masuk Top 10 Daily di WordPress. Tapi sekarang, aku sudah tidak bisa melanjutkan menulis di sini. Sangat sulit membagi waktu antara menulis kreatif seperti ini dengan tugas-tugas lainnya. Oleh karena itu, saya, darksiderzukasa, selaku administrator blog PersonaLity, dengan resmi menyatakan pengunduran diri. Tidak akan ada lagi posting baru di sini. Blog ini akan tetap hidup, tetapi kontennya tidak akan diperbaharui.

Saat ini, aku menulis untuk blog lain yang dimiliki oleh teman dekatku bernama ahotaku39. Blognya bisa dikunjungi dari sini dan sini. Dia memiliki dua blog, dan kita bersama menulis di kedua blog tersebut. Aku merasa lebih enak menulis bersama ahotaku39 karena style menulis kita hampir mirip, dan blognya dalam bahasa Inggris. Jadi, terima kasih telah menemani PersonaLity selama 3 tahun terakhir. Terima kasih telah membaca posting saya, semoga ilmunya bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian.

-darksiderzukasa

Sword Art Online 8-9: Black and White Sword Dance


Judul episode 8 benar-benar memberi harapan palsu, karena aku pikir Dual Swords bakal muncul di episode ini. Ternyata, episode ini adalah awal dari boss battle yang bersambung ke episode 9. Karena tidak ada yang kejadian menarik di episode 8, aku berpikir untuk langsung meng-cover episode 8 dan 9 sekaligus. Bicara soal Kirito, aku akhirnya berhasil menyelesaikan project cosplay Kirito. Sialnya, aku terlambat menyelesaikannya karena SAO sudah masuk episode 9 sehingga Kirito menjadi agak mainstream. Coba kalau aku menyelesaikannya tepat sebelum episode 1.
Baca terus…

Sword Art Online 7: Blacksmith Lizbet dan Dark Repulser


Iya, aku tahu kalau aku sangat terlambat membuat post ini. Semua ada alasannya, karena kemarin-kemarin aku masih dalam masa-masa berkemas-kemas dalam rangka persiapan kembali ke asrama dan karena kesibukan menjadi panitia OSPEK. Jadi maafkan keterlambatannya.

Episode 7 menceritakan tentang pertemuan Kirito dan Lizbet, dimana Lizbet langsung menyatakan cintanya pada Kirito pada pertemuan pertama. Sayangnya, Lizbet ditolak. Dalam episode ini, Kirito membuat pedang Dark Repulser. Bagi yang belum membaca novelnya, pastinya berpikir bahwa pedang hitam Kirito (yang bernama Elucidator) bakal diganti dengan pedang putih ini.
Baca terus…

Memahami Pop Sub-Culture: Kerumitan yang Disengaja

Berawal dari sebuah diskusi kecil di Twitter yang benar-benar singkat, aku jadi ingin menulis post ini. Semuanya berawal dari tweet ini:

Dan kemudian aku menerima beberapa penjelasan dari dua orang berbeda, di mana salah satunya adalah penggemar K-Pop asli dan yang satunya setengah Japan setengah Korea. Gara-gara ini, aku jadi kepikiran, mengapa antar 2 sub-culture ini mesti memiliki banyak kata-kata berbeda yang seharusnya bisa berarti sama? Kenapa tidak membuat satu kata yang seragam untuk digunakan?
Baca terus…

Sword Art Online 5-6: A Murder Case in the Area

Aku sengaja menunggu karena episode 5 dan 6 pada dasarnya merupakan 1 episode panjang yang dipisah. Selama 2 episode ini, Asuna mendapatkan jam tayang yang cukup dan sisi “dere” Asuna mulai terlihat, meski masih ditutupi “tsun”-nya. Karena episode ini “mencoba” menjadikan Kirito dan Asuna sebagai dua detektif dadakan, maka aku tidak akan memuat spoiler apapun tentang ending dan plot ceritanya. Seharusnya kalian sudah nonton itu karena sudah 1 minggu sejak episode 5 keluar.
Baca terus…

Sword Art Online Episode 4: Beast Tamer Silica


Pertama, maaf karena review ini terlambat dipublish, karena kuota modemku habis jadi tidak bisa mengakses internet.

Tampaknya selama beberapa episode ke depan, Sword Art Online bakal menayangkan banyak side story sebelum benar-benar masuk ke main storyline arc AINCRAD. Mungkin staffnya ingin orang-orang mengenal semua karakter utama dulu, baru masuk ke inti cerita. Anyway, di episode 4 ini, Silica muncul. Bagi yang sudah membaca novelnya, pastinya tahu kalau Silica adalah salah satu dari 6 heroine yang dekat dengan Kirito. Aku secara probadi merasa Silica adalah yang paling cute di antara semuanya. Sekedar pendapat, penulisan nama “Silica” dalam animenya menurutku salah besar; aku lebih suka “Scilica” yang dipakai di novel. Kenapa? “Silica” = silica gel. Pfft.
Baca terus…

Sword Art Online Episode 3: Sachi and the Red-Nosed Reindeer


Okay, saat melihat preview episode 3 di akhir episode 2, aku sangat tertarik untuk menonton episode 3. Pertama, karena dalam novelnya, chapter ini adalah sebuah side story yang cukup penting, karena side story ini menjelaskan mengapa Kirito lebih memilih menjadi solo player. Kedua, karena Sachi. Siapa Sachi? Lihat gambar ini.

Sachi

Sayangnya, setelah aku nonton episode 3, aku sedikit kecewa karena plotnya dipercepat, meski intisari ceritanya masih ada. Jadi karakter Sachi hanya muncul sebentar saja dan tidak meninggalkan bekas. Bagi yang hanya menonton animenya dan sama sekali belum pernah membaca light novel-nya, mungkin scene yang di pertengahan cerita akan sangat mengharukan, namun bagi yang sudah membaca novelnya, pasti akan merasa kalau Sachi hanya “numpang lewat” saja. Seharusnya side story ini dipecah jadi 2 episode, 1 episode untuk mengenalkan Sachi dan 1 episode untuk memperlihatkan perjuangan Kirito demi Sachi.

Oke, mungkin aku tidak akan memberikan banyak spoiler karena episode ini masih cukup bagus meski plotnya terlalu cepat. Singkat cerita, Kirito sudah mencapai level 40an dan sudah diajak masuk sebuah Guild yang bernama “Black Cats of the Full Moon”. Dalam Guild ini, Kirito bertemu dengan Sachi, seorang cewek yang sedang berlatih menjadi tanker meski itu bukan keinginannya. Sebenarnya Kirito enggan masuk Guild, tapi akhirnya ia diterima menjadi anggota Black Cats.

Anggota Black Cats menerima Kirito

Cukup sampai sini saja aku berikan ceritanya. Beneran deh, daripada membaca ini, lebih baik menonton episode 3 tanpa spoiler sama sekali. Ceritanya bagus dan mungkin menyentuh, apalagi bagi para fans Sachi. Bahkan dalam novelnya, aku sendiri merasa ini adalah side story yang sangat, sangat bagus. Oh ya, aku lupa bilang kalau dalam episode ini, skill Kirito yang bernama “Tracking” akhirnya muncul! Skillnya persis seperti Ezio (Assassin’s Creed) saat memakai Eagle Sense! Tunggu apalagi? Tonton cepat!

Kirito memakai skill “Tracking”. Seperti Ezio Auditore di Assassin’s Creed.

Scene setelah ini benar-benar mengharukan

Sword Art Online Episode 2: Beater and Boss


Sword Art Online masih belum mengecewakan, karena itu aku sangat berharap pada episode 2. Dan ternyata kecintaanku pada SAO malah bertambah setelah menonton episode 2. Penuh action, battle, dan lagi-lagi BGM yang epic. Oh ya, lagu OP berjudul “Crossing Field” yang dinyanyikan LiSA juga sangat bagus.

Di akhir episode 1, Kirito meninggalkan Beginning City. Dalam anime, tidak dijelaskan secara spesifik ke mana Kirito pergi, tapi di dalam light novel volume 8…. baca saja sendiri yah, nggak enak ngasi spoiler. Intinya, Kirito berusaha keras menaikkan levelnya agar ia bisa bertahan di dunia SAO. Sudah satu bulan berlalu sejak death game SAO dimulai, dan sejauh ini, sudah sekitar 2000 orang kehilangan nyawanya… dan boss lantai 1 sama sekali belum dikalahkan…

Sudah 1 bulan berlalu sejak game dimulai dan sudah 2000 orang mati. Lantai 1 pun belum diclear…

Baca terus…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 234 pengikut lainnya