5 Cara Memanggil Orang Dalam Bahasa Jepang


Okeh, sekarang saya ingin berbagi sedikit mengenai Jepang, khususnya bahasanya. Bahasa Jepang itu sopan sekali, sampai-sampai mengatakan “kamu” atau “Anda” untuk memanggil orang itu sudah dianggap hampir tidak sopan. Orang Jepang tidak suka dipanggil langsung, kesannya seperti kamu menginterogasi mereka. Adalah lebih sopan untuk menyebutkan nama orang tersebut ditambah dengan akhiran “-san” (atau “-kun”, “-chan”, “-sama”, dan lainnya tergantung keadaan).
Ada 5 cara untuk memanggil orang dalam bahasa Jepang yang mungkin bisa membuat kalian menjadi orang yang kasarπŸ˜†
Oh ya, sebelumnya, artikel ini memakai huruf Hiragana dan Kanji, jadi pastikan browser kalian bisa membacanya.

  1. Anata γ€Œγ‚γͺγŸγ€
    Ini secara harfiah berarti “Anda”. Jika kalian memakai ini, kalian berada di titik kritis antara sopan dan kasar. Biasanya digunakan antar orang yang saling mengenal.
  2. Kimi γ€Œε›γ€
    Ini digunakan untuk memanggil perempuan sebaya, dan sedikit mengarah ke kasar. Biasanya dipakai dalam lagu, contohnya: “Kimi wa Boku Niteiru”. Kadang juga dipakai oleh remaja.
  3. Omae γ€ŒγŠε‰γ€
    Ini sudah mulai masuk ke daerah kasar. Kata ini dipakai kalau misalnya kalian menghujat orang, sepadan dengan kata “brengsek” dalam bahasa Indonesia. Sering digunakan dalan anime, tapi jangan terlalu sering dipakai dalam kehidupan nyata.γ€€Lucunya, secara harfiah kata “omae” berarti “yang ada di depan saya”. Penambahan “o” di depan kata menjadikannya lebih halus, tapi untuk ini….πŸ˜†
  4. Temae γ€Œζ‰‹ε‰γ€
    Ini sangat kasar. Dipakai kalau misalnya ingin memukul orang. Kalau diucapkan secara cepat, akan menjadi “temee~~” γ€Œγ¦γ‚γˆο½žο½žγ€ Saya hanya mendengarnya di anime. Faktanya, kalau anda tinggal di Jepang dan memakai kata ini saat bicara dengan teman anda, mungkin anda akan ditertawakan dan dibilang kebanyakan nonton anime.γ€€Jangan dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Kisama γ€Œθ²΄ζ§˜γ€
    Sangat, sangat kasar sekali. Dipakai kalau misalnya ingin membunuh orang. Saya hanya mendengarnya di anime. Jangan pakai ke orang lain.

Nah itulah sekilas mengenai budaya Jepang. Jadi kalian udah punya bekal tuh, jangan manggil orang Jepang dengan sebutan di atas, karena bisa dicap tidak sopan. Mata ne! γ€ŒγΎγŸγ­οΌγ€

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Januari 11, 2010, in Budaya and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. nama asli kamu siapa? mw tak cantumin di skripsiku

  2. Excellent, what a weblog it is! This webpage gives useful information to us, keep it up.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: