Penjara = Kemewahan bagi Koruptor


Wah bener-bener shock deh, masak koruptor yang maling uang negara setelah divonis penjara, malah kehidupannya masih tetap glamor. penjara mewah artalyta
**Gambar dari Detik Yogyakarta**
Begitulah potret kehidupan Artalyta Suryani, pelaku kasus suap Rp 6 milliar kepada jaksa Urip Tri Gunawan. Benar-benar kontras dengan narapidana lainnya yang hidup di sel-sel sempit dan berdesakan. Berikut adalah berita dari Media Indonesia

[Media Indonesia] BUI tidak lagi seram dan menakutkan. Kini, penjara sudah berubah wajah seiring bersalin nama menjadi lembaga pemasyarakatan (LP). Penjara sudah menjadi hotel dalam pengertian yang sebenarnya. Ada fasilitas sofa empuk, kulkas, pendingin ruangan, dan tentu saja televisi serta telepon seluler. Bahkan ada pula tempat karaoke.

Fasilitas itulah yang ditemukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum ketika melakukan inspeksi mendadak ke Rutan Pondok Bambu, Minggu (10/1). Adalah Artalyta Suryani, terpidana kasus suap Rp6 miliar kepada jaksa Urip Tri Gunawan, yang menikmati fasilitas itu. Dia telah menyulap ruangan tahanan menjadi kantor mewah. Dari sel seluas 8 x 8 meter itulah dia rutin mengadakan rapat bisnis dengan anak buahnya. Itu sangat kontras dengan puluhan tahanan lain yang berjejal dalam ruangan sempit seperti sarden.

Artalyta memang istimewa. Kala masih bebas, dia pun leluasa menemui pejabat dan mengundang mereka menghadiri pernikahan anaknya. Dia juga leluasa menelepon dan bahkan bisa mengatur-atur para pejabat. Keistimewaan itu dibawa ke penjara. Di bui pun Artalyta tetap menjadi orang penting alias VIP.

Dia bisa mendatangkan dokter spesialis perawatan kecantikan. Meski telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung dengan hukuman penjara lima tahun, Artalyta alias Ayin tetap boleh tinggal di rutan. Bukan pindah ke penjara atau LP. Tentu saja Artalyta bukan orang pertama yang menikmati fasilitas mewah di penjara. Ada nama Eddy Tansil, pengemplang uang negara sebesar Rp1,3 triliun, pun pernah menikmati fasilitas mewah di LP Cipinang sebelum kabur. Juga ada Nurdin Halid yang sampai bebas tetap tinggal di Rutan Salemba tanpa pernah pindah ke LP.

Fasilitas selalu dekat dengan uang dan kekuasaan. Terpidana yang tidak memiliki uang akan ditumpuk dalam ruangan sempit. Penjara mewah Artalyta mencerminkan wajah diskriminatif pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen LP, dan Kepala Rutan Pondok Bambu. Di saat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar sedang gencar melakukan sidak ke penjara di berbagai kota, ternyata diskriminasi terjadi di depan hidung.

Temuan tim Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menunjukkan sekali lagi bahwa penjara menjadi salah satu sarang korupsi yang hebat. Kebohongan telah berlanjut dan berlarut di penjara. Namun, yang menjadi lain dari soal sel mewah Artalyta kali ini adalah temuan itu terjadi dalam sidak oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, badan baru yang dibentuk untuk memerangi mafia yang membentengi korupsi. Satgas ini justru dibentuk untuk memberi bukti tentang keberanian memberantas. Kalau temuan ini kemudian dianggap dan ditanggapi sama saja dengan temuan-temuan sebelumnya, bubarkan saja satgas itu. Karena apa bedanya dengan temuan yang sama di penjara di waktu yang lalu?

Menteri Patrialis Akbar mengatakan bertanggung jawab atas temuan yang memalukan itu.

MY PERSPECTIVE AND COMMENTS
Hal ini bener-bener mengungkap lemahnya pemerintah dalam memberantas praktek KKN di Indonesia, dan membuktikan kalau mafia hukum masih gentayangan. Penjara adalah tempat untuk merenungi kesalahan dan memperbaiki diri. Kalau begini, bukannya sama saja dengan memindahkan kantor saja? Kalau begini kasusnya, mana mungkin penjahat bisa tobat, wong di ruangan penjaranya bisa tetap komunikasi dengan rekannya. Pantesan korupsi di negara ini tidak ada habis-habisnya, pelaku KKN mendapatkan fasilitas mewah saat menjabat dan setelah terbukti bersalah😆
Benar-benar kontras dengan kehidupan para penjahat kelas menengah ke bawah, mencuri kakao saja bisa masuk ruang tahanan sempit dan gelap, sementara pelaku KKN kelas kakap mendapat ruangan yang mewah dengan segala fasilitas seperti rumah sendiri. Mattaku da ne 「まったくだね」🙄

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Januari 12, 2010, in Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: