Nasib Menjadi Golongan Minoritas


Aku hanya ingin sedikit berbagi tentang sedikit kejadian dalam kehidupan nyataku. Aku seorang otaku, suka anime dan semua yang berhubungan dengan Jepang. Bisa dibilang kalau aku itu Japanese wannabe. Tapi, lama-lama aku ngerasa jauh dengan teman-temanku karena sedikit sekali yang suka anime, terutama teman-teman sekelasku. Aku susah berbicara dengan mereka karena keseringan mereka membicarakan hal-hal macam sepak bola dan sejenisnya, pokoknya semua bidang yang tidak terlalu aku senangi. Bukan salah mereka suka bidang-bidang seperti itu, namanya juga remaja ada saja yang disukai, tapi aku tidak terlalu berminat dengan kesenangan mereka jadi sangat susah mencari bahan obrolan. Susah mencari sesuatu yang bisa mengikat. Kadang kalo aku bicara anime, semuanya pasti tidak mengerti sedikitpun.

Akhirnya aku mencari orang-orang yang mempunyai hobi sama, anime. Dan akhirnya aku temukan. Kita sering ngobrol-ngobrol di sekolah tentang anime-anime yang baru-baru, bagi-bagi tugas download episode anime lalu membaginya, chatting melalui group kami di Facebook (kalau Anda mau join, silakan klik disini. Saya adminnya.), dan kumpul-kumpul membahas masalah jika ada yang punya. Rasanya memang menyenangkan mempunyai teman-teman sehobi. Tapi tetap saja ada yang mengganjal yaitu terkadang menjadi golongan minoritas itu susah diterima oleh kebanyakan orang.

Yah, mau gimana lagi, wajar saja yang minoritas tersingkir. Teori Darwin juga bilang begitu. Tapi, nikmatnya ada pada diri sendiri yaitu menikmati hobi dan kesenangan bersama teman-teman yang sehobi juga. Itu saja. Memang suara kaum otaku tidak akan bisa mempengaruhi orang banyak, apalagi otaku dikonotasikan negatif. Jangankan otaku, anime saja masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita. Tapi aku tidak menghiraukan semua itu. Anime adalah penyokong hidupku, satu-satunya pelarian dari dunia nyata saat dunia melawanku.

Mungkin hanya sekian saja dulu, hanya ingin menuangkan unek-unek sedikit🙂

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Desember 21, 2010, in Curhat and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Hmm,, kmu anime nya yg gitu2 sih .. Ga minat, hha
    tpi gpp kuq jadi minoritas, lebih seru kebanding cuma ikut2an jadi mayoritas ..😉
    e iy,, masukin aku grup nya dunks ..

  2. masa masih minoritas? kaya’nya banyak anak2 skrg suka jejepangan…

    • mungkin stylenya itu kebanyakan dijumpai di kota-kota metropolitan macam jakarta dan surabaya yang notabene banyak toko cosplaynya😛
      tapi kalau di bali, toko merchandise anime aja susah dicari ==a
      thanks commentnya😀

  3. sabar bro…🙂

  4. Masih minoritas klo ditempat ane -3-
    mau buat grup cosu,eh kgk da orang
    sedangkan temen ane yg di kota dah punya grupnya,malah dibilang orang gila ==X!

  5. lebih mending jadi otaku deh…
    hidup itu ikuti keinginan kita….
    LIFE is OTAKU!

  6. AKU juga SEBAGAI otaku BERAT !!
    PASTINYA aku 100% suka ANIME
    apalagi JEPANG LOL
    ANIMAX
    HIDUPKU BIASANYA DIHADIRI OLEH ANIME
    ANIME,ANIME, ANIME
    PUN TERDENGAR DIHATIKU
    I LOVE ANIME
    (BY MIYUKI SAKURA )
    PERINGATAN MIYUKI SAKURA ADALAH NAMA ASLI SAYA !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: