Kurikulum Negara Ini Makin Sesak!!



Sepertinya pemerintah memang tidak kehabisan akal untuk memberatkan para pelajar Indonesia. Setelah terobosan “Budi Pekerti” masuk kurikulum dengan alasan “Meningkatkan budi pekerti siswa”, kini Pendidikan Anti Korupsi, alias PAK, rencananya akan dimasukkan ke dalam kurikulum dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Rencana hasil pemikiran Kemendiknas dan KPK itu sudah menghangat sejak Desember 2010 lalu. Lalu, ada banyak pertanyaan yang harus saya ajukan kepada mereka yang telah semakin menambah mata pelajaran dalam kurikulum.

PERTANYAAN #1 adalah seefektif apa PAK ini?
Tujuannya sih memang bagus, buat mengurangi mental-mental korup di negeri ini, tapi saya rasa ini hanya akan mubazir saja. Sebagai contoh saya ambil pelajaran Budi Pekerti. Sejauh mana prakteknya? Masih banyak ada siswa yang terkena narkoba, bolos sekolah buat ke gamenet, dan lainnya. Hal ini menandakan bahwa pelajaran Budi Pekerti hanyalah sekumpulan teori yang dipelajari di atas kertas saja, prakteknya nihil. Begitu juga dengan Pendidikan Anti Korupsi. Apabila Pendidikan Anti Korupsi ini hanya dipelajari teorinya saja, gimana bisa memberantas mental korup?
Seandainya Pendidikan Anti Korupsi ini jadi digulirkan, maka saya bisa membayangkan soal-soal ulangan yang hanya berisi teori utopis yang tidak sesuai dengan kehidupan nyata.

PERTANYAAN #2 adalah apa perlu Pendidikan Anti Korupsi dari TK?
Apabila Pendidikan Anti Korupsi diajarkan pada anak-anak TK, yang logikanya belum berkembang dan masih menikmati masa kecilnya dengan segala permainan yang riang gembira, apakah bisa? Apakah anak TK sendiri mengerti apa itu korupsi? Mereka masih bersih, memberikan Pendidikan Anti Korupsi malah akan membingungkan mereka dan sekaligus merenggut masa kecil mereka, sebab mereka diajarkan sesuatu yang belum waktunya diajarkan.

PERTANYAAN #3 adalah sepenting apa Pendidikan Anti Korupsi?
Mungkin pihak-pihak di atas akan menjawab “woh, penting sekali…!” tapi saya hanya akan tertawa di hadapan mereka. Sebagai analogi, coba kita lihat sistem pendidikan di luar negeri, sebagai contoh adalah Australia. Di sana, siswanya TIDAK PERNAH diajarkan Budi Pekerti atau Pendidikan Anti Korupsi secara formal. Dan lihat negaranya. Apakah mentalnya siswanya korup karena tidak diberikan Pendidikan Anti Korupsi? NGGAK! Justru negara mereka sangat maju dan pejabatnya tidak korup.

Jadi, sebenarnya Pendidikan Anti Korupsi tidak penting ataupun urgen sama sekali. Yang penting adalah upaya pemerintah untuk membantai para koruptor yang masih bisa senyam-senyum saat di depan kamera (narsis kali ya) dan mendapatkan hukuman ringan. Semoga suatu saat nanti, pemerintah bisa memberlakukan hukuman mati buat koruptor seperti di Cina. Korupsi sedikit, kepala melayang.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Januari 24, 2011, in Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. artikel yang bagus. PAK ga perlu dipelajarin, buat apa? ga berguna, hanya menyita waktu. Pelajaran PAK akan diberlakukan tapi pemerintahnya pun MASIH BANYAK yang korupsi. aneh juga ya ..

  1. Ping-balik: Kurikulum Negara Ini Makin Sesak « Blog History Education

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: