Monthly Archives: Februari 2011

An Anime Valentine

Tanggal 14 Februari. Hal apa yang terlintas pertama kali saat mendengar tanggal itu? Yup, Valentine. Hari berbagi kasih sayang kepada sesama. Ada banyak tradisi Valentine di belahan dunia, namun ada 2 versi umum yang dipakai.
Versi pertama, cowok memberikan hadiah kepada cewek. Ini adalah tradisi yang umum berlaku di Indonesia (menurut pengamatan sekilas).
Versi kedua, cewek memberikan cokelat pada cowok. Tradisi ini berlangsung di Jepang. Ada dua jenis cokelat yang diberikan yaitu giri choco yaitu cokelat yang diberikan pada rekan kerja atau teman. Yang kedua adalah yang paling spesial, honmei choco yaitu cokelat spesial yang biasanya dibuat sendiri oleh cewek untuk diberikan kepada kekasihnya atau cowok yang disukainya.
Ngomong-ngomong soal Valentine, mungkin agak berlebihan mengharapkan sebuah “anime Valentine” seperti momen ini.
Baca terus…

Mencontek, Apa Kata Dunia?


Halo semuanya, baru dapet blogging setelah selesai ujian pemantapan UN selesai. Dan selama ini, ada satu kejadian yang tidak akan pernah bisa lepas dari kalangan pelajar kita: MENCONTEK.
Kalau zaman dulu, kan pake kerpekan yang dioper ke seluruh kelas secara sembunyi-sembunyi. Tapi zaman sekarang HP-lah yang sering digunakan. Kecil, silent, menjangkau seluruh Indonesia, dan (hampir) setiap orang punya. Inilah salah satu senjata andalan kalangan pencontek untuk meraih nilai tinggi saat ujian.
Saya tidak menghakimi siapapun, dan saya tidak berkoar-koar kalau saya orang alim (saya sering juga nyontek kok), tapi saya hanya mencoba memberikan sebuah gambaran akan sistem pendidikan kita dari sudut pandang saya.

Pertama, saya akan menceritakan tentang kejadian yang terjadi selama ujian pemantapan. Banyak beredar kunci-kunci jawaban melalui SMS yang diklaim merupakan kunci yang benar. Nah di sinilah mental kita diuji. Apakah kita akan mentah-mentah menerimanya, menerimanya dengan filter, ataukah mengabaikannya?
Kalau saya pilih mengabaikan saja. Kenapa? Karena kunci tersebut mungkin saja nggak bener. Bayangkan, bagaimana bisa seseorang tahu soal yang akan muncul pada ujian, kecuali pembuatnya? Dari sana saja sudah terlihat bahwa kunci tersebut hanya spekulasi belaka, tidak dapat dipercaya. Tapi, banyak juga yang memakainya. Hal ini membuktikan bahwa banyak sekali siswa kita terlalu takut untuk mempercayai naluri dan kemampuan mereka sendiri.
Baca terus…