Mengenal Selenium, Antara Racun dan Obat



Selenium, atau sering disebut selen, adalah unsur kimia dengan nomor atom 34. Selenium bersifat non-logam, dan memiliki kemiripan sifat dengan sulfur dan tellurium. Selenium jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Selenium dapat ditemukan dalam bijih sulfida seperti pirit. Selenium digunakan dalam pembuatan kaca dan dulu digunakan sebagai semikonduktor (yang sekarang digantikan oleh silikon).

Selenium adalah sebuah mikronutrien penting yang diperlukan oleh tubuh manusia. Dalam tumbuhan, selenium terkadang digunakan untuk mempertahankan diri dari herbivora. Beberapa tanaman dapat digunakan sebagai indikator selenium, seperti tanaman dalam genus Stanleya dan Astragalus.

Selenium merupakan unsur gizi yang sangat penting bagi tubuh agar vitamin E berfungsi dengan baik. Jika diserap dalam jumlah cukup, selen memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Membantu kerja vitamin E sebagai antioksidan (selen memiliki efek antioksidan 500x vitamin E)
  2. Menurunkan resiko terkena kanker. Dengan kemampuan antioksidant, selen dapat menangkal radikal bebas. Selain itu, selen juga dapat memperlambat pertumbuhan tumor dengan meningkatkan aktivitas sel imun dan menahan pembentukan pembuluh darah menuju tumor.
  3. Meningkatkan fungsi seksual
  4. Mengeluarkan logam berat dari dalam tubuh

Selenium bersifat toksik apabila dikonsumsi berlebihan. Pada hewan domestik, kelebihan selen dapat menyebabkan “penyakit alkali”, yaitu kerusakan tulang dan kuku akibat penyerapan selenium dalam jumlah banyak. Pada manusia, kelebihan selen dapat memicu terjadinya “selenosis” dengan gejala kerusakan pencernaan dan saraf.

Kekurangan selen dapat menurunkan daya kerja vitamin E hingga 50%. Penurunan daya kerja vitamin E dapat memicu penyakit yang lainnya seperti, myoglobinuria, atau kencing berwarna merah darah akibat mioglobin dalam otot melebur dalam darah.

Ada beberapa jenis penyakit yang terkait dengan kekurangan selen yaitu:

  1. Penyakit Keshan. Penyakit ini menyebabkan jantung membesar dan penurunan daya kerja jantung. Biasa ditemukan pada anak-anak yang kekurangan selenium.
  2. Penyakit Kashin Beck
  3. Myxedematous Endemic Cretinism, yang menyebabkan retardasi mental.

Bagaimana mengatasi kekurangan selenium?

suplemen selenium
Selenium ditemukan dalam tanah dan diserap oleh tubuh melalui sayuran. Konsumsi sayuran yang cukup dapat memenuhi kebutuhan selenium. Namun, tanah yang digunakan untuk menanam sayuran harus mengandung cukup selenium. Akibat pencemaran pupuk kimia, kandungan selen dalam tanah menurun. Kasus kekurangan selenium seringkali terjadi di wilayah Cina, seperti provinsi Jiangsu, karena tanah Cina sangat kurang selenium.
Di Amerika Serikat sudah dijual selen dalam bentuk supplemen makanan.
Karena selen dapat bersifat racun apabila dikonsumsi berlebihan, maka dosis yang dianjurkan adalah untuk orang dewasa adalah 55 μg (microgram) / hari.

Iklan

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Maret 4, 2011, in Sains and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: