Dashyatnya Pengaruh Perkataanmu



Dalam relasi sosial, hal yang paling sering diperhatikan adalah perkataan seseorang. Bagaimana kamu berbicara, apa yang kamu bicarakan, dan dengan siapa kamu berbicara bisa menunjukkan bagaimana keadaan hubungan inter personalmu. Sekarang, kita melihat dari segi cara bicara. Disadari atau tidak, cara kita berbicara sangat mempengaruhi keadaan mental, reaksi, dan penilaian seseorang terhadap diri kita. Bila cara bicara anda elegan, maka anda akan dihormati. Bila anda berbicara dengan karisma, maka orang akan mengikuti anda. Bila anda berbicara layaknya psikopat, maka anda akan dijauhi. Tapi, selain penilaian di luar, perkataanmu bisa mengoyak atau menaikkan mental seseorang.

Di satu sisi, perkataanmu bisa membunuh semangat seseorang. Tahukah apa itu? KRITIK. Sebuah kritik mampu menghancurkan bakat terpendam seseorang dan menjadikan orang itu manusia biasa. Dalam buku terkenal karya Dale Carnegie yang berjudul “How to Make Friends and Influence People”, Dale menyarankan agar kita tidak mengkritik seseorang. Selain tidak berguna, mengkritik hanya akan membuat anda menjadi orang yang tidak akan disenangi.
Efek kritikan sangat, sangat kuat terhadap pendirian seseorang. Bayangkan saja, kamu berhasil membuat sebuah sesuatu yang menurutmu sangat bagus, namun tiba-tiba datanglah seseorang yang mengatakan kalau karyamu jelek, kurang ini, kurang itu dan harus diperbaiki sampai memenuhi standar kelayakan dirinya. Bagaimana perasaanmu?
Banyak yang mengatakan kalau kritik adalah sebuah motivator, sebuah pecut agar kita bisa bergerak maju. Namun, mungkin pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Toh, pada akhirnya kamu hanya akan menjadi “keledai” karena hanya mengikuti standar kelayakan orang lain. Kamu hanya akan mencoba agar sesuatu disukai orang lain, tapi kamu sendiri tidak puas akan hasilnya. Kamu hanya akan menjadi sebuah robot, sebuah mesin untuk memenuhi permintaan orang lain.

Selain kritikan, yang harus dihindari adalah cibiran atau ejekan. Cibiran adalah senjata paling ampuh untuk menjadikanmu Musuh Masyarakat nomor 1. Bagaimana tidak, sebuah cibiran mampu menghancurkan kepercayaan diri seseorang yang paling kuat sekalipun. Apabila dicibir, seseorang bisa merasa tidak ada gunanya melakukan sesuatu, padahal sebenarnya dia memiliki bakat dan minat yang sangat besar. Hanya karena sebuah cibiran, semuanya ia tinggalkan, dan ia membuang kesempatan menjadi orang besar. Hanya karena cibiran, seseorang menjadi kehilangan semangat untuk melakukan hobinya. Hanya karena cibiran, kamu bisa kehilangan teman yang sangat potensial.

Di sisi lainnya, perkataanmu bisa menjadi mentari pagi bagi seseorang. Apa itu? PUJIAN. Pertama-tama, pujian berbeda dengan sanjungan. Sebuah pujian memang benar-benar tulus, sedangkan sanjungan hanya sebuah alat untuk menyogok seseorang. Pujian membangkitkan semangat, sedangkan sanjungan membesarkan kepala seseorang. Pujian digunakan untuk membangun hubungan baik, sedangkan sanjungan digunakan untuk menyenangkan seseorang sesaat. Setelah kamu memahami beda antara pujian dan sanjungan, maka kamu perlu tahu efek dashyat dari sebuah pujian kecil yang tulus. Bayangkan kamu baru saja memperoleh nilai raport yang bagus dan orang tua serta gurumu memujimu. Bagaimana perasaanmu? Coba bandingkan apabila kamu dikritik karena kurang bagus, atau malah kamu tidak dipedulikan.
Pada dasarnya manusia memang makhluk yang haus akan pujian. Itulah yang membedakan manusia dengan binatang. Dan pujian adalah bahan bakar semangat manusia. Sekarang, kamu dihadapkan pada sebuah situasi berikut:

Kamu adalah pembina olimpiade matematika di daerah. Di antara begitu banyaknya anak didikmu, terdapat seseorang yang kemampuannya sedang-sedang saja, alias tidak sepintar kawan-kawannya. Pada suatu hari, kamu mendapatinya sedang mencoba mengerjakan sebuah soal yang sangat sulit untuk ukurannya, tapi sangat mudah bagimu dan anak didikmu yang lainnya. Kamu melihat dia sudah berusaha sangat keras hingga frustrasi. Apa yang akan kamu lakukan?

Jika kamu memilih mencibirnya karena tidak bisa memecahkan soal, maka pasti anak itu akan berhenti belajar matematika yang menjadi passsion-nya. Anak itu akan merasa putus asa dan minder di hadapanmu dan teman-temannya yang dianggapnya jauh lebih superior dari dirinya sehingga ia akan memilih mundur teratur.

Jika kamu memilih memujinya karena sudah berusaha mencoba sekeras mungkin, maka pasti anak itu akan termotivasi belajar dan belajar terus begitu mengetahui ada seseorang yang benar-benar peduli padanya. Selain itu, kamu mungkin akan mendapat tempat di hatinya.

Setelah membaca ilustrasi tadi, kamu bisa melihat efek dari pujian dan cibiran? Tapi, apapun yang berlebihan pastilah tidak baik. Kebanyakan pujian bisa menjadi candu bagi penerimanya. Penerimanya akan melakukan apapun agar bisa mendapatkan pujian. Di sisi lain, kebanyakan kritik bisa menjadi bumerang bagi pemberinya. Pemberi kritik hanya akan melihat seseorang dari sisi negatif saja.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Maret 24, 2011, in Tips dan Trik, Tulisan Kecil and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: