Monthly Archives: Mei 2011

Sunday Hotspot: Denpasar Car Free Day

…I want to ride my bicycle
I want to ride my bike..
-Queen


That was what I heard when I took my bike out for a spin at one of Denpasar’s city parks, Renon park. Since the mayor officially declared Sunday as a Car-Free Day, Renon park is always packed with people on Sundays. Even though they insisted on declaring Sunday as a Car-Free Day, the only area that was really “car-free” is Renon park. You can find motorbikes and cars in other parts of the city. They really should call it a “Sunday Car-Free Area”, because it only goes on till 11 am. Anyways, Renon park on a Sunday morning is jam-packed with people with their prized bikes. From tricycles to self-modified racing bikes, you can find almost any type of bike here.
Read more…

Iklan

Ngaben, Escorting the Dead


One of the most unique yet sacred ceremony in Bali would be the Ngaben ceremony. This ceremony can be so colossal or can be downright ordinary depending on the social status of the dead person. A descendant of royalty’s Ngaben ceremony, for example, will be so large, it becomes a temporary tourist attraction involving lots and lots of people. This ceremony is based on local belief (Hinduism) that the body must be immediately destructed so it can return to nature faster, thus letting the soul rise to heaven. It is the construction process of this ceremony which really takes the cheese. It takes months of planning and hard work to conduct a successful Ngaben ceremony. The Ngaben ceremony involves a high aptitude of craftsmanship, which you can see from the equipment used for this particular ceremony. Lots of complicated items crafted from mostly young coconut leaves, the majestic carriage of the dead which takes days to complete, and the spiritual aura makes this ceremony one of the most sacred ceremonies known to Balinese Hindus.
Read more…

Harvest Moon in Bali


I went photo-walking at the right time; it was harvest moon in Bali and I captured these golden rice fields. In Bali, the harvest moon comes around each 3 months or so; in older days, the harvest moon came each 6 months. The reason for that is because the Balinese now use prime crops (possibly the result of genetic engineering) to yield results twice as fast as its predecessor. These photos were taken around the Sembung – Baturiti area, two places which are located on the main road connecting Denpasar and Candidasa. But, you won’t find these on that particular main road; you’d have to venture off the road into the pristine village area, and keep in mind: the roads in those areas are harsh because they’re cracked here and there, leading to a very bumpy ride. I suggest you take a bike, or better yet, just hike. The specific loactions are: Cao Belayu village and the village of Leba, the former is still within Sembung area, the latter in Baturiti.
Read more…

Keanehan Seputar Tes Potensi Akademik


Pernah mendengar kata TPA? Bukan, bukan Tempat Pembuangan Akhir, tapi Tes Potensi Akademik. Itu loh, tes yang muncul setiap ada SNMPTN atau yang sekarang populer sebagai tes masuk SMA. Tapi yang khusus saya bahas adalah TPA untuk masuk SMA karena tes ini sangat aneh. Kenapa saya bilang aneh? Itu karena… Baca terus…

Negeri vs Swasta??


SNMPTN jalur undangan menyisakan banyak sekali pertanyaan di benakku, entah dari sistem seleksi atau gimana cara kerjanya, tapi karena sudah tidak berhasil di sana, maka aku lebih memilih masuk di universitas swasta saja. Saat bicara dengan teman-temanku yang gagal di undangan juga, mereka memilih mengadu nasib di battlefield bernama SNMPTN Tulis. Pas ditanya kenapa aku tidak ikut jalur tulis, aku bilang saja “Aku udah diterima di universitas swasta, jadi ngga ikut SNMPTN lagi,”. Beberapa temanku bisa menerimanya dan ada juga yang bertanya, “Kenapa swasta?” dengan nada seperti merendahkan. Padahal ada banyak juga temanku yang memilih lanjut ke swasta. Kenapa mindset masayarakat kebanyakan ter-set pada “negeri lebih bagus?” Karenanya, aku ingin mencoba mencari kenapa kebanyakan orang melirik negeri dibandingkan swasta.
Baca terus…

Yuk, Mengenal Lebih Dalam Tentang Kebiasaan Membungkuk!


Bagi yang sering mengikuti pelajaran kebudayaan Jepang, mungkin kalian akan menemukan tentang ojigi alias kebiasaan membungkuk. Ternyata, kebiasaan membungkuk itu tidak hanya ada di Jepang saja, tapi dipraktikkan secara luas di seluruh dunia. Meski lebih umum ditemui di daratan Asia Timur, kebiasaan ini ternyata juga ditemui di daratan Eropa di kalangan bangsawan/aristrokrat.
Pertama-tama, mari kita mempelajari kebiasaan membungkuk di daratan Eropa.
Baca terus…

Why Feel Sad? Life Goes On…


Perpisahan. Kata itu selalu datang setelah pertemuan. Dan tidak bisa dipisahkan. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada Alpha, ada Omega. Ada penciptaan, ada pemusnahan. Ada awal.. dan ada akhir. Perpisahan tidak akan pernah bisa dielakkan. Saat kamu kehilangan sejumlah uang di dompetmu, kamu telah berpisah dengan uang itu. Namun yang identik dengan perpisahan adalah: kesedihan. Sedih karena berpisah dengan teman-teman yang sudah lama menemani kita. Sedih karena berpisah dengan seseorang yang sangat berarti. Sedih karena kita berpikir seolah-olah semua cerita yang kita miliki selama ini lenyap begitu saja.

Aku mungkin seorang otaku, dan mereka boleh bilang anime hanya mengajarkan kekonyolan yang tidak realistis, tapi setidaknya anime bisa membuat kita mengerti arti perpisahan sendiri, tidak seperti sinetron yang mengumbar-umbar kemunafikan dan kealayan semata (pantas saja ababil merajalela). Seperti ending dari Angel Beats!, perpisahan memang terasa sangat menyakitkan dan pilu. Kita berpisah dengan semua yang sudah biasa kita lakoni. Dan memang sangat susah meninggalkan kebiasaan.

Baca terus…