Why Feel Sad? Life Goes On…



Perpisahan. Kata itu selalu datang setelah pertemuan. Dan tidak bisa dipisahkan. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada Alpha, ada Omega. Ada penciptaan, ada pemusnahan. Ada awal.. dan ada akhir. Perpisahan tidak akan pernah bisa dielakkan. Saat kamu kehilangan sejumlah uang di dompetmu, kamu telah berpisah dengan uang itu. Namun yang identik dengan perpisahan adalah: kesedihan. Sedih karena berpisah dengan teman-teman yang sudah lama menemani kita. Sedih karena berpisah dengan seseorang yang sangat berarti. Sedih karena kita berpikir seolah-olah semua cerita yang kita miliki selama ini lenyap begitu saja.

Aku mungkin seorang otaku, dan mereka boleh bilang anime hanya mengajarkan kekonyolan yang tidak realistis, tapi setidaknya anime bisa membuat kita mengerti arti perpisahan sendiri, tidak seperti sinetron yang mengumbar-umbar kemunafikan dan kealayan semata (pantas saja ababil merajalela). Seperti ending dari Angel Beats!, perpisahan memang terasa sangat menyakitkan dan pilu. Kita berpisah dengan semua yang sudah biasa kita lakoni. Dan memang sangat susah meninggalkan kebiasaan.

Kebiasaan lama yang kita tinggal hanya menjadi fondasi masa depan kita yang masih misterius. Siapa tahu kehidupan lama yang sudah kamu tinggal bisa kembali lagi padamu. Suatu saat nanti kamu bertemu lagi dengan teman lamamu. Perpisahan hanyalah sebuah bagian dari suatu siklus yang jauh lebih luas dan besar. Setelah perpisahan, pasti ada pertemuan lagi. Entah dengan teman lama, musuh bebuyutan, ataupun dengan sahabat baru. Semua yang telah kamu jalani dulu akan menjadi kekuatanmu di masa yang akan datang.

Seperti halnya anak burung yang harus meninggalkan sarangnya. Bayangkan bila anak burung tersebut tidak pernah meinggalkan sarangnya. Anak burung itu akan selamanya tidak bisa terbang, tidak bisa menghidupi dirinya sendiri, tidak bisa merasakan kebebasan terbang di langit dengan angin di bawah sayapnya. Jadi sebenarnya makna perpisahan adalah bersiap melanjutkan. Berpisah dengan perguruan yang selama ini melatihmu memang susah. Berpisah dengan teman-teman yang sama gilanya denganmu terasa susah. Tapi apa yang tersisa meskipun kamu tidak pernah melihat muka mereka lagi. Sou, ingatan tentang mereka. Ingatan itu tidak akan hilang selamanya (kecuali kamu memutuskan untuk melupakannya).

Dengan perpisahan, kamu sudah bersiap meninggalkan sarang, melangkah ke depan, bersiap terbang lepas dengan sayapmu, siap meluncur seperti komet. Merasa sedih itu wajar. Menangis itu wajar. Tapi jangan lama-lama. Masih banyak di depan sana yang harus kita lalui. Dan masih banyak orang menunggu untuk menjadi teman kita. Out with the old, in with the new.

-Ryuusei

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Mei 8, 2011, in Tulisan Kecil. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. why? now…. allways be alone. this verry hard . i hate this life.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: