Facebook Menelan Korban (Lagi)!


Hari ini aku kebetulan membaca koran pagi dan menemukan berita mengenaskan lagi. Kejadiannya berawal dari hal konyol tapi sudah menjadi santapan wajib masyarakat kita yaitu Facebook. Hanya gara-gara sebuah komentar, dua desa terlibat tawuran. Parahnya, hal ini terjadi di Bali, tanah kelahiranku. Aku mencari beritanya di Kompas, dan berhasil menemukannya, meskipun agak pendek. Hanya gara-gara tidak tahu cara menggunakan jejaring sosial, nyawa harus melayang.

Ini beritanya langsung dari sumber:

BADUNG, KOMPAS.com – Jejaring sosial Facebook kembali disalahgunakan oleh penggunanya. Di Kabupaten Badung, Bali, pemuda dua desa terlibat bentrok gara-gara saling ejek di status situs jejaring sosial yang penggunanya lebih dari 100 juta di Indonesia.
Bentrok ini diawali dari status facebook salah seorang pemuda di Desa Sading, Mengwi, Kamis (7/7/2011) kemarin. Tidak jelas status apa yang ditulis, namun salah seorang pemuda Desa Sempidi mengomentari status tersebut bernada menghina.
Sang pemilik akun yang tidak terima atas hinaan tersebut mendatangi pemuda asal Desa Sempidi itu bersama sekitar 20 orang temannya. Setibanya di Desa Sempidi, sekitar 10 pemuda yang tak terima dengan kedatangan mereka kemudian terlibat bentrok.
Akibat kejadian ini, salah seorang pemuda Desa Sempidi mengalami luka serius terkena sabetan senjata tajam. “Dugaan sementara korban terkena sabetan pedang, karena saat kita melakukan olah TKP, kami berhasil mengamankan sebuah pedang,” kata Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Nengah Sadiarta.
Polisi yang tiba di lokasi tak lama setelah mendapat laporan bentrok berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan seorang pemuda dari salah satu desa. “Untuk sementara kami baru mengamankan seorang dari pihak pemuda Sading, dia kami tangkap dua jam setelah terjadi aksi bentrok,” jelas Sadiarta.

SUMBER

Melihat kejadian itu, terlihat bahwa pemuda-pemuda labil masih belum bisa mengerti penggunaan jejaring sosial secara sehat. Memakai jejaring sosial sama halnya seperti kehidupan nyata, tapi di jejaring sosial, semua bisa melihat apa yang kamu bicarakan, kecuali hal-hal yang memang kamu blokir. Mungkin kasus ini, dan serentetan kasus lainnya, bisa menjadi pelajaran bagi pemuda labil yang mencari perhatian di dunia maya agar tidak sembarangan menulis dan menghina di dunia maya. Akibatnya terasa di dunia nyata.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Juli 8, 2011, in Indonesia, Sosial and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. kukuh budiharso

    waduh…. ok sampai segitunya sich…. salam kenal http://budiharso.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: