Etika Ramadhan



Marhaban yaa Ramadhan! Tidak terasa bulan puasa sudah kembali mengunjungi kita. Ya, meski saya bukan beragama Islam, saya tetap mengucapkan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa” kepada saudara-saudara Muslim yang menjalankannya. Meski tidak seagama, kita tetap perlu menjalankan toleransi untuk menghormati keyakinan Muslim pada bulan sucinya. Anda merasa tidak tahu caranya? Tidak perlu khawatir, simaklah tips berikut.

Ucapkan selamat! Meski anda bukan Muslim, tapi mereka menghargai anda apabila anda sekedar mengucapkan “Selamat Ramadhan” pada mereka. Mereka senang mendengarnya karena mereka tahu anda sudah menunjukkan sedikit kepedulian.

Dorongan positif. Kawan Muslim kita berpuasa atas keinginan mereka sendiri, jadi anda tidak perlu merasa kasihan pada mereka. Sebaliknya, anda bisa menyemangati mereka agar bisa menjalankan puasa mereka secara penuh. Mereka tidak bisa di-“selamatkan” oleh anda, hanya jarum jam yang mendekati angka enam yang bisa.

Waktu makan. Di lingkungan kerja atau sekolah, anda tidak perlu takut makan di depan mereka. Mereka menganggapnya sebagai sebuah ujian. Hanya saja, jangan memakan makanan yang terlalu berbau enak.

Tidak boleh minum air. Ya, kawan Muslim kita tidak boleh minum air saat puasa. Itu merupakan ujian juga bagi mereka. Jadi, saat coffee break di kantor, coba hindari tempat pertemuan yang dekat dengan dispenser air.

Bau mulut! Satu masalah yang hinggap pada kawan Muslim kita saat puasa adalah bau mulut mereka, dan tentunya kita tidak terlalu menyukainya. Dengan begini, mungkin anda akan mengerti mengapa kawan kita berdiri agak jauh saat kita berbicara dengannya.

Saat berbuka. Saat berbuka, inilah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama-sama kawan Muslim kita dan mempelajari budaya mereka. Biasanya, makanan berbuka adalah makanan ringan dan manis sebelum menyantap makan yang lebih besar.

Puasa bukan alasan. Meski sedang puasa, bukan berarti kawan kita tidak produktif. Meeting, seminar, dan segala macamnya tetap harus jalan. Tapi, berilah mereka pekerjaan yang lebih ringan sedikit, supaya stamina mereka tidak terlalu terkuras.

Ramadhan adalah saat berbagi. Di masjid-masjid selalu ada buka puasa bersama dan sholat tarawih saat malam hari. Ramadhan adlah saatnya menambah amal, meningkatkan pengetahuan spiritual, dan mengubah diri. Selamat Ramadhan bagi semua!

Disadur dari: The Washington Post
Berikut adalah linknya: Sumber

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Agustus 3, 2011, in Budaya, Indonesia and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: