Lies That Make Life More Gray


Bisa saja aku dituntut secara hukum gara-gara menulis ini, tapi biar saja. This is freedom of speech.

Hidup kita tidaklah pernah jujur. Sama sekali. Saat berkumpul bersama teman-teman satu jurusan di restoran dan kamu sadar kalau kamu tidak bisa makan makanan yang sama dengan mereka, apa yang kamu lakukan? Paksa diri untuk ikut makan meski sudah tahu akibatnya bisa fatal atau lebih memilih tidak makan? Kalau aku sih lebih baik tidak usah makan daripada besok pagi bertapa di kamar mandi. Caranya? Dengan sedikit berbohong agar bisa keluar. Bukannya merupakan siksaan saat perutmu lapar tapi orang-orang di sekelilingmu pada makan semua? Kalau memang bisa pergi, mengapa tidak, lebih baik pergi saja dan makan sendiri. Itulah, aku baru saja berbohong, meski kecil, agar bisa melakukan sesuatu yang lain daripada menahan siksaan. Makanya aku bilang, hidup kita tidak pernah jujur. Herannya, semuanya pada mau masuk surga yang abstrak dan tidak pasti. Surga hanyalah sebuah keadaan pikiran.

Kalian semua tahu apa itu marketing alias pemasaran kan? Sudah tahu taktik marketing kan? Mereka lihai sekali menjerat orang dalam perangkap mereka. Caranya? Ya, dengan sedikit berbohonglah.

Menyebarkan brosur dengan gambar-gambar yang sudah diedit agar lebih kelihatan menarik, memakai trik kamera, atau memakai foto lama yang sudah outdated.
Membumbui presentasi dengan kata-kata manis agar calon konsumen tertarik.
Menjawab pertanyaan krusial dengan jawaban biasa yang sudah diotak-atik.
dan masih banyak lagi…

Semuanya sudah dibumbui sedikit kebohongan hanya agar konsumen lebih tertarik. Lalu mengapa aku menulis ini? Hanya sekedar memperingatkan pembaca untuk berhati-hati pada marketing.

Selain marketing, taktik mereka dipergunakan secara luas, mulai dari pedagang kaki lima hingga birokrat yang mencari project. Kehidupan kita sudah tidak hitam-putih lagi, melainkan berbagai rona abu-abu. Sudah tidak jelas yang mana yang benar lagi dan mana yang salah. Semuanya terlihat sama saja.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Agustus 24, 2011, in Curhat, Indonesia. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. sebenarnya aku ingin sekali kuliah di president university , yang di bangun oleh orang sesuku saya yaitu orang batak terbaik abad ini, yaitu pak Ruhut Sitompul. Namun, Karena keterbatasan dana dari orang tua. Impian saya tidak bakalan terkabul . Semoga di depan hari saya dapat kuliah di sana dan mengejar cita cita saya ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: