Monthly Archives: September 2011

6 Perbedaan SMA dan Kuliah


Sewaktu SMA, mungkin kalian semua masih hidup dengan santai. Semuanya bilang masa-masa SMA adalah yang paling indah. Itu benar. Tapi, semua yang bagus pasti berakhir. SMA juga begitu. Begitu SMA berakhir, kuliah menanti. Atau mungkin juga ada yang memilih menjadi operator warnet. Buat yang memilih jalur kuliah, lebih singkirkan segala macam persepsi soal kuliah yang ideal dan hadapi kenyataan yang ada! Kuliah itu tidak sama dengan SMA. Yang sama hanyalah satu: kamu tetap belajar.

Baca terus…

Iklan

Should There be an “E” in “E-Book”?


Maybe all of us know the term “e-book” right now, but I’ll use the definition from Wikipedia just in case some of you don’t know yet.

…The Oxford Dictionary of English defines the e-book as “an electronic version of a printed book,”…

E-books have seen a very significant rise in usage since the year 2000. Back then, e-books were very limited, which resulted in very little people wanting to buy an e-reader just to read e-books. They were also expensive back then, costing almost the same as a hardcover book. But now, a lot of textbooks, even popular books, are in digital format. A lot of websites offer them for free, too. Then, I started to ask myself, “Should I use e-books, or should I just stick to old, paperback books?”

Read more…

Muka Pendidikan Indonesia Tercoreng Lagi

sumber: Kompas.com


Akhirnya setelah sekian lama tidak menulis post tentang edukasi lagi, kali ini ada berita yang menarik perhatianku di Kompas.com yaitu kasus SMA 6 Jakarta. Seperti inikah muka pendidikan Indonesia? Bukan bermaksud menggeneralisir, tapi itulah kenyataannya. Siswa-siswa remaja yang dibesarkan di kota metropolitan yang kekurangan lahan tidak mempunyai outlet untuk menyalurkan tenaganya. Akhirnya tawuran deh. Yang lebih aneh lagi adalah mengapa tawuran itu sampai menjadi tradisi? Mungkin memang sentimen antar siswa. Tapi, bagaimana dengan lokasi sekolah itu sendiri?

Baca terus…

Orientasi di President University – Part 3 (end)

sambungan dari Orientasi di President University – Part 2

Hari 5-6: Final Days

Hari ini, 8 September 2011, adalah hari paling mencurigakan karena beredar informasi tentang suatu acara rahasia yang akan diadakan malam nanti. Acara paginya sama seperti biasa. Menurut buku panduan, kegiatan hari ini adalah kegiatan social seperti menanam pohon dan membantu rakyat serta mendaur ulang sampah menjadi benda berguna. Grup dibagi 3 untuk masing-masing kegiatan, dan aku mendapatkan bagian menanam pohon. Jadi, aku digiring ke auditorium untuk mendengarkan kata-kata dari pejabat kota. Aku jadi merasa acara ini adalah acara yang didalangi pejabat sampai-sampai ada live music. Setelah pidato yang membosankan, akhirnya acara yang sebenarnya dimulai. Jadi, aku digiring ke belakang kampus, di mana pohon sudah siap, lubang sudah digali, tinggal memasukkan kompos dan pohonnya lalu menutup lubang. Gampang.
Setelah menanam pohon, aku dibawa ke kelas untuk pembagian jadwal kuliah. Nah, saat inilah jadwal mulai kacau. Lalu, aku disuruh ke auditorium lagi untuk mendengarkan kata-kata sambutan dari rektor. Yah, mau tidak mau aku harus mendengarkan.
Baca terus…

Orientasi di President University – Part 2

sambungan dari Orientasi di President University – Part 1

Hari 3: Ceramah dan Pantat Sakit

Sirene meraung lagi saat 6 September 2011, 06.00 WIB,. Acara setiap pagi sama, briefing dan sarapan lalu pengecekan dari divisi keamanan. Masih saja ada yang salah kostum dan telat datang. Untungnya hukumannya spesifik, tidak semuanya kena, hanya yang melanggar saja. Memang sudah seharusnya begitu kan.
Acara hari ini, seperti yang tertulis di buku, adalah ceramah lagi tentang BEM dan Senat, di sini dikenal sebagai PUSU dan PUSC, info akademik, ekshibisi Unit Kegiatan Mahasiswa, dan gathering jurusan. Aku digiring ke kampus dan ternyata di lobby depan sudah terpasang layar dan LCD. Berarti aku akan duduk lesehan selama hampir 6 jam. Kasihan pantatku.
Pertama adalah perkenalan PUSU dan PUSC. Aku tidak terlalu memperhatikan karena aku tidak tertarik mengikuti organisasi seperti itu. Jadi aku melamun sampai ceramahnya selesai. Acara berikutnya adalah gathering jurusan, jadi aku digiring ke lantai 4 dengan ditemani perintah divisi keamanan. Di sana, aku berkumpul dengan teman-teman satu jurusan beserta senior, jadi waktu itu digunakan untuk saling kenalan dan bertanya.
Setelah selesai, aku kembali digiring ke lobby untuk makan siang dan ceramah berikutnya tentang UKM di universitas. Lagi-lagi aku duduk lesehan di lantai keramik yang keras. Kakiku sudah benar-benar pegal dan kita duduk berdesak-desakan.
Baca terus…

Orientasi di President University – Part 1

Oke, saat mulai kuliah, pasti ada satu kata yang tidak asing lagi. Apa itu? OSPEK! Kata ini selalu muncul saat awal kuliah dan biasanya menjadi bahan pembicaraan di antara mahasiswa baru yang bersiap menjadi korban seniornya. Bagaimana tidak, kata OSPEK sudah identik dengan kesibukan yang melelahkan fisik dan mental.
Sebagai blogger, aku merasa wajib memberikan ulasan tentang kegiatan OSPEK yang terjadi di President University, tempat aku berkuliah. Maaf bila tidak ada foto bukti, karena selama OSPEK tidak boleh membawa kamera ataupun handphone. Jadi, tanpa menunggu lebih lama, kira-kira beginilah jalannya Orientasi 2011 di President University.
Secara umum, program orientasi tidak terlalu “berat”. Tidak ada tugas yang bertumpuk-tumpuk, tidak ada amarah dari atasan (ada sedikit), dan tidak ada mencari barang-barang yang sudah tidak ada lagi di pasaran. Intinya, orientasi di sini masih sangat berperikemanusiaan.
Baca terus…