Orientasi di President University – Part 1


Oke, saat mulai kuliah, pasti ada satu kata yang tidak asing lagi. Apa itu? OSPEK! Kata ini selalu muncul saat awal kuliah dan biasanya menjadi bahan pembicaraan di antara mahasiswa baru yang bersiap menjadi korban seniornya. Bagaimana tidak, kata OSPEK sudah identik dengan kesibukan yang melelahkan fisik dan mental.
Sebagai blogger, aku merasa wajib memberikan ulasan tentang kegiatan OSPEK yang terjadi di President University, tempat aku berkuliah. Maaf bila tidak ada foto bukti, karena selama OSPEK tidak boleh membawa kamera ataupun handphone. Jadi, tanpa menunggu lebih lama, kira-kira beginilah jalannya Orientasi 2011 di President University.
Secara umum, program orientasi tidak terlalu “berat”. Tidak ada tugas yang bertumpuk-tumpuk, tidak ada amarah dari atasan (ada sedikit), dan tidak ada mencari barang-barang yang sudah tidak ada lagi di pasaran. Intinya, orientasi di sini masih sangat berperikemanusiaan.

Hari 1: Perkenalan

Orientasi dimulai pada tanggal 4 September 2011 sekitar 17.00 WIB. Kegiatannya adalah pembukaan dan perkenalan panitia orientasi. Ini saat-saat penting yang sering aku lewati, karena senior akan memperkenalkan diri saat ini, dan sekedar mengetahui wajah dan nama mereka akan sangat membantu selama orientasi. Tapi, bagaimana mau lihat, aku duduk di belakang! Aku juga tidak bisa mendengar apapun dengan jelas karena distorsi alat pengeras suara. Sekedar informasi, aku duduk di beton yang keras.
Setelahnya, kita dibubarkan dan dengan digiring oleh supervisor alias kakak pembimbing ke spot yang sudah ditentukan. Di sana, aku berkenalan dengan orang-orang yang akan bersamaku selama 5 hari ke depan. Ada beberapa di antaranya yang sudah aku kenal dan sisanya wajah asing. Oh ya, kami juga sekalian makan malam. Sebulan sebelumnya, aku diberikan pilihan apakah ingin membayar sejumlah uang untuk konsumsi selama orientasi atau tidak. Saat makan malamnya datang, aku sedikit kecewa karena porsi makanannya sangat sedikit. Benar-benar tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan.
Setelah makan malam, acaranya tetap di spot, membahas macam-macam tentang hari esok. Acara berlanjut sampai panitia divisi keamanan membunyikan sirene pada 22.00 WIB.

Hari 2: Ceramah, Ceramah dan Ceramah!

Hari kedua (5 September 2011) diawali dengan sirene pada 06.00 WIB. Untungnya aku sudah bangun pada 04.00 WIB untuk sarapan karena sudah tahu konsumsi yang diberikan panitia sangat minim. Dengan wajah mengantuk, aku berjalan menuju tempat berkumpul untuk mendengarkan briefing pagi. Di saat-saat begini, ada saja yang datang telat. Akibatnya, divisi keamanan menjatuhkan palu keadilan bagi SEMUANYA, yaitu push-up. Untung hanya push-up 10 kali, lumayan buat olahraga pagi. Setelah olahraga, makan pagi datang. Dugaanku benar, lagi-lagi porsinya minim. Yah, aku makan saja, juga aku yang untung karena sudah sarapan dua kali.
Malam sebelumnya, aku diberikan buku panduan orientasi. Di dalamnya, terdapat susunan acara selama orientasi. Acaraku hari ini adalah Pillar Kebangsaan. Aku baru mendengar pertama kali mendengar ini, jadi tidak ada bayangan apapun tentang acara ini.
Setelah sarapan, kami semua diarahkan menuju kampus dengan teriakan divisi keamanan yang menyuruh, “Cepat, cepat! 1 barisan! 1 barisan! Jangan ribut!” Aku tidak berpikir kalau kata-kata ini akan terngiang dalam benakku sampai orientasi selesai.
Saat sampai di kampus, kami diarahkan ke auditorium untuk menjalani acara Pillar Kebangsaan. Sampai di auditorium, sebuah layar dan LCD projector sudah siap di depan. Hanya ada satu kemungkinan: presentasi atau ceramah. Dan dugaanku benar. Datanglah dosen yang memberikan ceramah tentang Pancasila dan UUD 1945. Selama 2 jam, aku bertahan mendengarkan ceramah yang terus datang.
Aku bernafas lega saat waktunya habis, tapi tidak lama. Pillar Kebangsaan berlangsung selama 8 jam menurut jadwal. Aku digiring ke ruangan workshop di lantai 2. Di sana, aku diberikan ceramah lagi selama 2 jam lebih. Dengan perut keroncongan dan mata yang makin mengantuk, aku meminta kertas pada temanku dan mulai menggambar. Tidak terasa sudah hampir 13.00 WIB. Walah, ternyata makan siangnya belum datang. Jadinya, aku digiring ke auditorium lagi untuk Pillar Kebangsaan terakhir. Beruntunglah, makan siang segera datang menyelamatkan perutku dari kemungkinan maag.
Dengan perut terisi, Pillar Kebangsaan terakhir tentang Pertahanan Nasional bisa aku lewati tanpa hampir tertidur.
Sekitar 16.00 WIB, aku digiring kembali di Student Housing untuk menikmati free time selama sekitar 1.30 jam. Aku benar-benar memanfaatkan waktu itu untuk mandi, makan, dan sedikit anime karena acaranya sampai 22.00 WIB malam nanti.
Saat 17.30 WIB, kami dikumpulkan lagi untuk briefing malam dan makan malam. Acaranya adalah Welcoming Night, yaitu malam penyambutan bagi kami. Jadinya kami bisa bebas menikmati hiburan yang diberikan, termasuk kembang api, hingga 22.00 WIB.

Welcoming Night

Welcoming Night

Baca juga:

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on September 11, 2011, in Diary, Indonesia and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: