Serious-ly Random Rambling



Oke, sudah lama aku tidak sempat blogging lagi. Kesibukan kuliah itu ternyata bukan mitos lagi. Apalagi bagi mahasiswa semester 1 seperti saya. Belum lagi ditambah penyesuaian diri, masalah-masalah sosial, dan kegalauan saya karena baru pertama kali jauh dari orang tua. Tapi khusus untuk hal terakhir itu sebenarnya bisa ditangkal asal kita berada di satu tempat yang bisa kita sebut rumah. Sayangnya untuk diriku, hal terakhir itu baru aku bisa rasakan saat ini.

Hostility itu yang membuatku sampai berpindah ke tempat lain. Seperti sudah sengaja melakukan itu untuk membuat saya eneg dan nggak betah di kamar. Entah niatnya atau ada apa, aku tidak tahu. Dan herannya, pihak itu tidak merasa bersalah, malah merasa itu oke-oke saja!

Yah, mungkin aku yang terlalu submissive atau mudah mengalah. Itu karena aku seorang pacifist, orang yang malas mencari masalah dan lebih memilih berada jauh-jauh dari battlefield. Karena itu juga, daya adaptasi dan toleransiku tinggi. Akan membutuhkan sebuah impuls besar agar aku terpicu. Aku juga tidak terlalu suka berbicara, kecuali dengan orang yang aku pikir cocok dengan diriku atau pembicaraan itu membahas topik yang menarik minatku. Dan jangan harap aku akan membicarakan masalah-masalahku kecuali dengan orang terdekatku.

A home is where you are free from harm. Dan itu baru sekarang aku rasakan. Kalau dulu, aku seperti menghancurkan tubuhku sendiri. Bagaimana tidak, tubuh orang Indonesia sebenarnya tidak dirancang untuk bertahan di suhu rendah dan tubuh punya toleransi sendiri terhadap suhu luar. Apa yang terjadi bila seseorang yang terbiasa hidup di daerah tropis tiba-tiba dibawa ke daerah semacam Antartika? Hipotermia. Jadi dulu aku terpaksa bertahan dari gempuran serangan dingin.

Real friends don’t disrupt your body cycle. Memang hak setiap orang untuk hidup dengan gayanya sendiri, tapi menurut J.S Mills, kebebasanmu berhenti saat kebebasan itu merugikan orang lain. Itu disebut dengan Harm Principle atau Prinsip Kerugian. Nah, aku tidak akan mempersalahkan siapapun mendengarkan suara-suara yang keluar dari laptopnya ASAL suaranya itu tidak menganggu orang lain, apalagi sampai membuat orang itu stress. Itulah kenapa headphones dibuat, agar orang bisa menikmati audio apapun yang keluar dari alat elektroniknya tanpa merugikan orang lain. Tapi, menyetel suara keras-keras di saat orang sedang tidur? Itu namanya tidak tahu diri. Apakah anda juga senang bila aku menggelar konser rock tepat di sebelah telinga anda di saat tidur?

Sometimes, a psychopath is a better person than normal people. Mungkin memang aku yang tidak normal. Tapi apa definisi “normal” itu sebenarnya? Apakah sesuatu yang mainstream dapat dikatakan normal dan semua hal yang bertentangan dengan hal mainstream itu dapat dikatakan tidak normal? Atau normal dan tidak normal itu hanyalah sebuah parameter dangkal yang diciptakan manusia? Jadi, pengertian normal itu sangat relatif. Anda pilih yang mana, seorang teman yang normal tapi tidak menyenangkan atau seorang psikopat yang menyenangkan? Aku lebih memilih nomor 2 karena lebih baik bersama orang menyenangkan yang bisa diajak ngobrol tentang berbagai hal yang aneh-aneh dan bisa menerima sedikit lelucon.

Ya itulah post yang tidak berguna ini. Kalau anda membacanya, selamat, waktu anda baru saja terbuang sia-sia. Tapi bukan berarti post saya yang lain sia-sia. Terima kasih.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on November 26, 2011, in Tulisan Kecil. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: