Quercetin, Flavonoid Anti Kanker


Suplemen quercetin


Baru-baru ini aku membeli vitamin C yang dilengkapi dengan quercetin. Aku sama sekali tidak pernah mendengar soal quercetin sebelumnya. Menurut petugas apoteknya, katanya quercetin itu lagi dicari-cari, bisa nyembuhin macam-macam. Meski sekarang aku mahasiswa Hubungan Internasional, aku masih menyimpan passion yang besar untuk sains. Jadi, aku segera mengeluarkan teman terbaikku, Google, untuk mencari tahu lebih lanjut soal quercetin.

Nama quercetin sudah dikenal dari 1857, dan berasal dari kata “quercetum” yang berarti “hutan oak”. Quercetin adalah flavonol, yaitu turunan flavonoid nabati yang sering ditemukan dalam buah, sayuran, dan daun. Ternyata, selama ini aku tidak jauh dari quercetin. Quercetin banyak terdapat dalam teh hijau/hitam, apel, sayuran hijau seperti brokoli, bahkan buah kaktus. Teh hijau/hitam memiliki kandungan tertinggi, yaitu sekitar 2000-2500 mg per kilogram.

Rumus kinia quercetin


Bagaimana dengan sifat quercetin? Quercetin adalah anti-oksidan, yaitu zat yang bisa menetralkan radikal bebas. Di lab, quercetin memperlihatkan sifat anti-oksidan yang sangat kuat, namun para ilmuwan masih belum meyakini apakah sifat anti-oksidan itu sama kuatnya dalam tubuh manusia. Quercetin juga berfungsi sebagai anti-histamin, yang otomatis menjadikannya anti-inflammatory. Quercetin juga dipercaya bisa melindungi dari penyakit jantung dan kanker.

Manfaat quercetin:

  1. Berdasarkan percobaan lab pada hewan, quercetin diperkirakan bisa mengurangi resiko atherosclerosis. Hal ini dikarenakan quercetin melindungi jantung dari Low Density Lipoprotein (LDL), yaitu kolesterol “jahat”. Tetapi, itu hanya berlaku jika dosis quercetin cukup tinggi, jauh lebih tiggi daripada yang dikonsumsi manusia. Penelitian lanjut pada manusia masih diperlukan.
  2. Ilmuwan telah lama memikirkan tentang quercetin sebagai pencegah kanker. Ide ini mungkin muncul karena orang-orang yang sering mengonsumsi buah dan sayuran cenderung memiliki resiko kanker tertentu yang lebih rendah. Juga, bedasarkan tes di lab, quercetin menunjukkan sifat anti-kanker. Dalam penelitian, quercetin bisa menghambat pertumbuhan sel kanker prostat, payudara, dan paru-paru. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
  3. Quercetin juga bermanfaat sebagai anti-alergi. Quercetin mampu mencegah sel imun mengeluarkan histamin, yaitu zat yang dikeluarkan tubuh saat tubuh bereaksi berlebihan terhadap benda asing (ini yang membuat kulit kemerahan saat alergi). Tapi, belum ada bukti khasiat ini pada manusia.

Bagaimana quercetin dibuat? Sebenarnya, quercetin dibuat secara biosynthesis dari fenilalanin. Prosesnya cukup ruwet, dan berhubung saya tidak mempelajari biokimia lanjut, aku sama sekali tidak bisa mengerti prosesnya secara detail. Yang jelas, fenilalanin disintesis menjadi dihidroquercetin, yang kemudian dipecah menjadi quercetin dengan bantuan flavonol sintase.

Nah, begitulah sekilas tentang quercetin. Aku sih belum merasakan manfaatnya, mungkin karena vitamin yang aku beli hanya mengandung 25 mg quercetin. Tapi, aku membelinya, karena harganya bagus, dan karena quercetin itu bahan alami, jadi aku tidak takut efek sampingnya. Quercetin bisa berbahaya, tapi hanya jika anda mengonsumsi 1 gram per hari. Terima kasih sudah membaca.

Sumber:
Wikipedia
University of Maryland Medical Center

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Desember 9, 2011, in Indonesia, Sains and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: