A Motherly Christmas and New Year?


Tanggal 22, 25, dan 31 Desember pasti sudah tidak asing lagi bagi semua orang. Iya, inilah Golden Week di akhir tahun, dimana semua pekerja, siswa, bahkan pengangguran libur untuk menyambut pergantian tahun, merayakan hari lahirnya Jesus Christ, dan berterima kasih kepada ibu tersayang. Lantas, aku memiliki sebuah ide gila. Bagaimana kalo semua hari bahagia ini kita jadikan satu, sesuai judul post ini? Mengapa tidak?

Dari segi keuangan, tentu kita jadi lebih hemat karena hanya terdapat 1 hari besar. Iya, aku sudah membaca koran dan melihat kegilaan orang-orang konsumtif yang berlomba-lomba membeli barang saat diskon besar-besaran tengah malam untuk Natal dan Tahun Baru. Daripada kita susah-susah membeli 3 macam kado, mungkinkah cukup untuk membeli 1 saja untuk hari spesial ini? Hahaha, aku mendengar keluhan para kapitalis yang mengeluhkan tentang menurunnya kuantitas penjualan mereka. Tidak perlu mengeluh! Apabila semua orang memfokuskan dananya untuk 1 kado spesial, dibandingkan 3 kado murahan, bukankan sama saja? Hanya kuantitas saja yang menurun, padahal kalau dijumlahkan, 3 barang murahan itu sama dengan 1 barang mahal. Ayo, dipikirkan!

Ini akan sangat efisien, terutama dalam hal efektivitas kerja. Tiada lagi karyawan, mahasiswa, dan pejabat yang libur selama hampir dua minggu, dan tentunya ini bisa mengefektifkan jadwal kerja yang terlanjur banyak liburnya. Hehe, iya, aku mendengar kalian yang mengeluhkan berkurangnya libur. Kita memang sukanya libur! Tapi, coba lihat akibatnya, bung! Negara kita nggak maju-maju! Kalau hari libur combo ini benar-benar ada, maka karyawan akan lebih lama ada di kantor untuk menaikkan pendapatan per kapita negara, siswa akan lebih lama belajar di sekolah untuk meningkatkan pendidikan Indonesia, dan pejabat akan lebih lama di kantor untuk mengkorup uang negara… eh, mengurusi negara. Ayo, pikirkan!

Lalu, coba pikirkan asyiknya. Dalam 1 hari, kamu memberikan kado kepada ibumu tersayang di pagi hari, kemudian sorenya merayakan Christmas, hingga tengah malam meluncurkan kembang api menyambut tahun baru. Kalau semua keasyikan ini bisa digabung jadi satu, mengapa tidak? Ayo, dipikirkan!

Itulah ideku yang gila. Ide gila itu aku dapat ketika baru bangun tidur dan menyadari bahwa hari aku sedang ujian akhir semester dan sekarang tanggal 22, yang berarti saatnya Hari Ibu. Apa lagi yang bisa kamu tambahkan? Atau apakah ada hari libur lain yang mau kamu gabungkan? Beritahu aku lewat komentar di bawah!

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Desember 22, 2011, in Indonesia, Tulisan Kecil and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. itu ide yang bagus
    tapi bukannya agak sulit ya karena dunia mengenal 3 hari besar ini, jadi kemungkinan untuk bisa sangat kecil

  2. gabungkan saja semua peringatan tahun baru semua agama biar sekalian ngucapin selamat hari raya…
    kan lebih efisien dan semuanya khusuk dan akan mengurangi polusi karena semuanya sibuk dan tidak sempat menyalakan kembang api…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: