Catatan Akhir Tahun: New Year’s Resolution



Halo pembaca PersonaLity! Seminggu lagi, seminggu saja, tahun 2011 akan berakhir. Ya, 2012 menanti kita dengan segala misterinya. Bicara soal tahun baru, biasanya kita memiliki sebuah resolusi tentang apa yang kita inginkan di tahun mendatang. Ya, sebuah resolusi tahun baru. Di Catatan Akhir Tahun yang dulu, aku menjelaskan soal perjalanan PersonaLity hingga jadi blog yang seperti sekarang anda baca. Di Catatan Akhir Tahun sekarang, aku ingin berbagi soal resolusi tahun baruku.

Banyak yang ingin aku ubah di tahun 2012. Tapi, sebelum bicara soal apa yang ingin aku ubah di tahun 2012, aku harus bicara soal apa yang terjadi selama 2011.

Banyak sekali yang terjadi di 2011. Aku mengakhiri masa SMA-ku with a blast, aku pusing soal kuliah, dan aku merasakan susahnya hidup merantau di tanah asing. Ada sebuah pepatah yang sangat aku suka, “What doesn’t kill me only makes me stronger” yang dapat diartikan, “Apapun yang tidak membunuhku, hanya menguatkanku,” Jadi, kita harus mencoba segala sesuatu, selama hal itu tidak membunuh kita, agar kita jadi semakin kuat. Inilah resolusiku yang pertama. Aku ingin jadi lebih kuat.

Resolusi ini tentunya tidak datang tanpa sebuah alasan. Aku selama ini merasa diriku sangat lemah, sampai-sampai aku merasa mempunyai inferiority complex, yaitu aku merasa begitu kecil dan tidak berarti. Bayangkan saja, kerjaanku sehari-hari hanya diam di kamar, sesekali berenang, membaca buku kuliah, dan mengetik. Sedangkan teman-temanku yang lain, dengan semangatnya, berlatih di gym dan membentuk otot-otot yang biasa mereka pamerkan. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli pada body-building dan semacamnya, tapi kalau sering-sering melihat mereka, aku juga ingin. Makanya, di tahun 2012 nanti, aku akan kembali megikuti bela diri kempo, yang sudah hampir 4 tahun aku tinggalkan.

Itu dari sisi fisik. Sekarang dari sisi psikologis. Aku memang seorang pacifist. Aku tidak suka masalah. Aku suka menghindari masalah. Mungkin itu yang membuatku merasa lemah. Tapi, itu bukan tanpa alasan. Hmph, alasan lagi, alasan lagi. Sebenarnya, alasan itu bukan penyangkalan, tapi sebuah pendapat. Pembaca kenal hukum karma kan? Hukum sebab-akibat, dimana kita akan menikmati hasil dari perbuatan kita sendiri, dan hasilnya tergantung perbuatan kita juga. Itulah yang aku percaya. Kalau aku berbuat buruk pada orang, hal buruk pasti akan menimpaku, cepat atau lambat. Makanya aku selalu berusaha berbuat baik. Tapi mungkin hal itu yang membuatku lemah. Mungkin itu yang membuatku jadi seperti keset, selalu diinjak-injak orang lain. Aku tidak punya keberanian berbicara kepada orang lain jika aku merasa terganggu. Aku selalu membayangkan orang tersebut akan marah jika diusik. Haha, aneh kan? Tapi itulah yang aku rasakan. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi kelemahanku yang ini. Mungkin aku harus membentuk fisikku dulu?

Resolusiku yang kedua sangat umum dan klise, yaitu ingin belajar lebih baik di semester depan. Iya, hanya itu. Klise dan sangat klasik kan? Mungkin aku sama sekali tidak perlu memberikan penjelasan soal resolusiku yang ini.

Aku tidak ingin banyak-banyak memiliki resolusi (aku akan membuat sisanya sambil jalan), tapi resolusi ketiga adalah aku ingin jadi orang yang lebih baik secara keseluruhan. Aku tidak akan membandingkan diriku dengan orang lain. Selama ini, aku selalu fokus pada apa yang orang lain miliki, sehingga aku lupa melihat diriku sendiri. Tidak lagi. Aku akan berhenti bersaing dengan orang lain, dan mulai bersaing dengan diriku sendiri. Kenapa? Karena kalau aku bersaing dengan orang lain, tidak akan ada habisnya. Bayangkan, penduduk Bumi sendiri ada sekitar 7 miliar orang. Agar bisa jadi “orang hebat”, maka aku harus punya kemampuan yang melebihi 7 miliar orang itu, sedangkan hidupku hanya sekitar 100 tahun (kalau aku beruntung). Lagipula, masing-masing dari kita punya keunikan sendiri. Jadi, aku akan berhenti melihat orang lain dan berusaha mengembangkan apa yang aku punya.

Mungkin hanya itu saja resolusi Tahun Baru milikku. Ingat, sebuah resolusi hanya akan jadi tulisan di atas kertas jika tidak diikuti. JIka sebuah resolusi gagal, gampang saja, tinggal bikin resolusi baru. Waktu kita di dunia cukup banyak, yang membuatnya terasa singkat hanyalah banyaknya kegiatan yang kita lakukan. Apakah pembaca juga punya resolusi tahun baru? Ayo berbagi! Tuliskan di komentar ya!

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Desember 29, 2011, in Curhat, Indonesia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: