Review: Mashiro-Iro Symphony [Fall 2011]



Nah, anime musim gugur sudah mulai tamat nih. Awalnya, aku ingin membuat First Glance dari Mashiro-iro Symphony, tapi karena genre anime ini adalah shoujo, maka aku memutuskan untuk menontonnya sampai tamat dulu, baru memberikan penilaian. Mengapa aku lakukan itu? Karena aku sendiri tidak terlalu familiar dengan genre ini.

Oke, lanjut ke tokoh dan sedikit kilasan cerita. Aku tidak mau banyak-banyak berurusan dengan plot cerita secara keseluruhan, karena itu tugas kalian untuk menontonnya. Tokoh utama kita adalah Shingo, seorang cowok SMA normal. Sebelumnya, aku beritahu dulu kalau anime ini adalah turunan eroge, yang artinya, bakal ada banyak cewek dan 1 cowok (serta teman baiknya, yaitu cowok sekunder). Shingo, bersama adiknya, Sakuno, serta teman baiknya, Mukunashi, berasal dari Kagamidai, sebuah SMA yang akan merger dengan SMA Yui yang khusus untuk cewek. Mereka, bersama dengan beberapa siswa Kagamidai, mendapat tugas untuk berbaur dan membiasakan diri dengan SMA Yui sebelum merger tersebut resmi dilaksanakan.


Di sini, muncullah tsundere pertama, yaitu Airi, seorang cewek berambut pirang yang merupakan anak dari kepala sekolah. Selayaknya tsundere, dia bersikap dingin pada Shingo saat ia baru masuk kelas. Sebelumya, mereka pernah bertemu di taman saat Sakuno tersesat. Airi sebenarnya sangat menentang ide merger sekolah ini karena ia tidak suka cowok. Tapi, lama-lama, Airi melunak, hingga akhirnya, ia setuju dengan ide merger berkat Shingo. Tidak seperti biasa, dimana si tsundere yang mendapatkan cowoknya, Airi malah menjadi seperti penengah antara dua cewek, yang satu suka Shingo, yang lagi satu disukai oleh Shingo.

Tsundere kedua adalah Sana, gadis enerjik berambut merah yang selalu memberikan Shingo sebuah high kick setiap kali mereka bertemu. Sana sebenarnya sangat tidak suka dengan cowok, tapi Shingo sanggup menembus pertahanan tsundere Sana dan memikat hatinya. Sayang sekali Sana harus terus menangis di akhir karena cintanya bertepuk sebelah tangan, sampai-sampai harus ditenangkan oleh Airi. Sana tetap menjaga Shingo dengan cara menendangnya sekali-sekali.

Kita juga memiliki sebuah senpai di sini, Amaha Miu, gadis lembut berambut pink tua, dengan kucingnya(?) bernama Panya. Panya ini… aku tidak tahu makhluk apa dia, tapi karena banyak yang bilang dia kucing, aku anggap saja dia kucing. Panya adalah maskot anime ini. Panya muncul di opening dan ending, serta suara khasnya yang berbunyi “Unyuu~”. Miu adalah sasaran Shingo dalam anime ini. Miu adalah seorang pekerja keras, lebih memikirkan orang lain ketimbang dirinya (sampai-sampai Miu jatuh sakit karenanya), serta penyayang binatang. Miu juga digambarkan sangat emosional, terutama di akhir. Dia adalah ketua dari Kitty Club, sebuah klub yang merawat hewan terlantar hingga mereka bisa kembali ke alam.


Sekarang kita punya dua backup girls, Ange dan Sakuno. Ange adalah seorang “maid liar” (dia bilang begitu karena dia tidak punya tuan untuk dilayani) yang bekerja di SMA Yui. Gadis berambut hijau muda pendek ini suka bersih-bersih dan berharap akan bertemu dengan seorang yang bisa ia panggil “Master” suatu saat nanti. Untuk sementara, Ange tinggal di sekolah dan selalu mengenakan seragam maid. Shingo adalah orang yang ingin Ange layani, tapi Ange terpaksa kembali bekerja di sekolah karena dipanggil kembali oleh kepala sekolah. Sakuno adalah dandere untuk anime ini, dan saying sekali cewek berambut biru ini adalah adik Shingo. Meski jarang bicara, sekalinya Sakuno bicara, kata-katanya memiliki makna cukup dalam. Sakuno sendiri tidak terlalu banyak berperan dalam cerita, tapi gayanya dan sifatnya sudah mendapat tempat di hatiku.

Anime ini menonjolkan drama, jadi bersiaplah dengan sekotak tisu, apalagi saat menonton pengakuan cinta Shingo kepada Miu. Unsur komedi juga ada, tapi sedikit. Untuk jalan cerita, menurutku yang tidak berpengalaman dalam genre shoujo, cukup bagus dan standar. Awalnya aku pikir Airi yang bakal diambil oleh Shingo, tapi ternyata malah Miu. Wajar aja sih, Miu lebih cantik daripada Airi.

High kick khas Sana. Ada yang melihat panty?


Plotnya cukup biasa. Shingo datang ke SMA Yui dan disambut dingin. Shingo menunjukkan kebolehannya dan mulai diterima. Masalah datang, dan semuanya bisa teratasi. Merger-nya berjalan dengan mulus. Happy ending, bahkan kita bisa menonton Shingo dan Miu berciuman di episode 11. Kedua boneka kucing itu sepertinya menunjukkan adegan yang disensor…

Pengakuan di ruang klub. Sialnya, Sana ada di pintu, melihat semuanya...

Awww, ciuman di kamar, berduaan di malam hari. Hanya ada satu jawaban...

Sekarang ke penilaian. Aku masih belum terlalu ahli menilai anime (ada banyak reviewer yang lebih pro), tapi penilaianku adalah penilaian dari mata orang awam. Aku berpikir begitu karena kalau orang awam saja bisa suka anime ini, apalagi yang pro.

Untuk character design, aku merasa designnya biasa saja, cukup standar untuk anime. Ceweknya mungkin agak bishoujo sedikit, tapi bukankah semua anime turunan eroge seperti itu? Karena fokusnya adalah ceweknya, Shingo yang dandanannya seperti cowok normal tidak perlu dinilai karena dia sudah memenuhi standar sebagai pelaku utama yang diusahakan senormal mungkin.

Untuk music, lagu OP berjudul Authentic Symphony cukup biasa juga, khas anime shoujo. Tidak terlalu wah, juga tidak terlalu suram. Lagu ED berjudul Suisai Candy menurutku agak terlalu “cewek”, tapi karena ini anime shoujo, aku masih bisa terima.

Untuk plot cerita, tidak ada yang berlebihan dalam plot ini, semuanya terasa wajar-wajar saja. Kadang ada tangisan, kadang ada senyuman. Jadi, plotnya tidak terlalu susah diikuti, khas drama cewek.

Kesimpulannya, Mashiro-iro Symphony adalah anime yang cukup biasa, namun menggugah, apalagi bagi kalian yang emosional dan suka tear-jerker. Ada banyak pesan moral yang bisa didapat dari anime ini, tidak seperti pesan moral yang terdapat dalam anime mainstream macam Bleach, Naruto dan One Piece yang biasanya mengajarkan “hajarlah bokong lawanmu sampai mereka mendapat flashback tentang masa lalunya”, seperti tentang indahnya hidup dan cara menjadi orang kuat. Jadi, aku sarankan Mashiro-iro Symphony bagi para cewek di luar sana yang suka drama, atau para cowok yang ingin menyentuh sisi feminin mereka.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Desember 29, 2011, in Anime, Indonesia and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: