Long Distance Relationship? Why Not?



Long distance relationship (disingkat LDR) adalah suatu keadaan dimana sebuah pasangan tinggal berjauhan secara fisik. Sebagai contoh, kamu tinggal di Chicago dan kamu punya pacar di Zimbabwe. LDR ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari kuliah hingga berkenalan lewat Facebook lalu memutuskan untuk LDR.

LDR adalah sebuah prospek yang menakutkan bagi pasangan-pasangan yang baru melakukannya karena LDR mengakibatkan hilangnya waktu dan kesempatan untuk bertatap muka, saling berpelukan, dan segala interaksi fisik lainnya sampai tingkat paling intim. Tentu saja, akibat tidak bisa bertemu secara fisik dalam jangka waktu lama, mulailah emosi terpengaruh dan memicu perasaan-perasaan negatif dan paranoia. Akhirnya, karena tidak tahan lagi, putuslah pasangan ini. Hanya karena jarak. Bayangkan, yang katanya “cinta abadi” hancur gara-gara jarak. Masih mending hancur karena kematian! (Bahkan ada cinta yang melewati batas kematian, seperti Twilight)

Tapi, tidak semua LDR harus berakibat seperti itu. Banyak kok, LDR yang berhasil. Kemungkinan berhasilnya LDR sangat bergantung pada usaha yang dilakukan, uang yang ada di kocek, dan waktu yang kamu miliki.


Pertama, usaha yang kamu lakukan. Apakah kamu sudah membalas sms-nya? Apakah kamu selalu membaca emailnya? Apakah kamu rajin menulis di wallnya dan mengajaknya chatting? Jika kamu menjawab IYA, maka usahamu sudah lumayan cukup. Tapi jangan berhenti sampai sana. Kalau hanya berhenti di sana, usahamu tidak akan cukup karena kamu hanya berkomunikasi dengannya lewat tulisan. Nyalakan komputermu dan install Skype. Belilah headphone yang ada micnya dan webcam jika belum punya. Sambungkan komputermu ke internet. Lalu, bikin account Skype dan suruh pacarmu bikin, jika belum punya. Luangkan beberapa jam untuk saling memandangi wajah dan berbincang-bincang secara live. Teknologi membantu kita! All hail technology!


Kedua, uang yang ada di kocek. Anda sudah mencoba berusaha berkomunikasi secara live. Tapi, apalah arti komunikasi itu bila anda tidak bisa memberikannya sebuah kado yang bagus di hari ulang tahunnya! Jangan pernah memberikan virtual gift kepadanya lewat Facebook karena itu haram hukumnya! Tabung kocek anda sedikit demi sedikit (kalau bisa carilah pekerjaan sampingan), carilah sebuah barang bagus di mal atau took online, lalu beli dan kirimkan padanya disertai sebuah kartu ucapan yang bagus. Dia pasti senang! Itu untuk ulang tahunnya. Nah, kalau untuk urusan sehari-hari, sepakati sebuah waktu khusus yang akan kalian gunakan untuk saling telepon. Karena menelpon itu menguras pulsa, belilah pulsa yang cukup banyak agar kalian bisa puas mengobrol selama kurang lebih sejam. Mending pulsa kalian berkurang daripada hubungan rusak!


Terakhir, waktu yang kamu miliki. Kebanyakan pasangan yang LDR itu dipisahkan oleh waktu, artinya mereka sudah tidak bisa lagi mengetahui agenda pribadi masing-masing. Banyak juga yang dipisahkan oleh garis bujur, artinya terdapat perbedaan waktu di antara mereka (ini membuat perencanaan menjadi semakin susah saja). Untuk yang LDR karena alasan kerja atau kuliah, kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan pasti menguras waktumu, hingga tidak sempat melakukan apapun untuk berkomunikasi. Mungkin ini masalah yang paling sulit diatasi. Satu-satunya cara mengatasi hanyalah belajar mengatur waktu sebaik mungkin. Ada paper yang harus dikumpul minggu depan? Kerjakan hari ini juga, biar di akhir pekan ada waktu untuk Skype. Ada kegiatan klub yang membuatmu membatalkan janji menelpon? Minta maaf, dan segera telpon dia kembali saat kamu bisa. Ada ujian akhir? Telepon dia sebelum ujian untuk menjelaskan keadaan, dan segera telepon lagi saat ujian selesai.

LDR itu mungkin agak susah, mungkin menakutkan, tapi asal bisa mengakali semua kondisi yang ada dengan cerdik, maka akan selalu ada waktu untuk berkomunikasi. Ingat, bagi para mahasiswa yang menjalani LDR, libur semester adalah anugrah yang luar biasa yang diberikan oleh kampus. Jangan manfaatkan waktu itu bersama teman-temanmu! Manfaatkan dengan menghabiskan waktu bersama pacarmu, mengejar segala ketertinggalan, saling berdekatan, hingga melakukan sesuatu yang intim (khusus dewasa!). Intinya, sebuah hubungan tanpa interaksi fisik bukanlah sebuah hubungan sama sekali.

Apakah pembaca memiliki tips lain atau pengalaman LDR? Berbagilah lewat komentar di bawah!

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Januari 23, 2012, in Indonesia, Tips dan Trik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. tapi menurut aku pacaran yang kenal lewat fb itu rasanya belum bisa dimasukin kategori LDR deh. fufufufu~ itu pacaran virtual. kecuali kalau masing2 pernah ketemu. tapi kalo gak pernah ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: