Sword Art Online Episode 4: Beast Tamer Silica



Pertama, maaf karena review ini terlambat dipublish, karena kuota modemku habis jadi tidak bisa mengakses internet.

Tampaknya selama beberapa episode ke depan, Sword Art Online bakal menayangkan banyak side story sebelum benar-benar masuk ke main storyline arc AINCRAD. Mungkin staffnya ingin orang-orang mengenal semua karakter utama dulu, baru masuk ke inti cerita. Anyway, di episode 4 ini, Silica muncul. Bagi yang sudah membaca novelnya, pastinya tahu kalau Silica adalah salah satu dari 6 heroine yang dekat dengan Kirito. Aku secara probadi merasa Silica adalah yang paling cute di antara semuanya. Sekedar pendapat, penulisan nama “Silica” dalam animenya menurutku salah besar; aku lebih suka “Scilica” yang dipakai di novel. Kenapa? “Silica” = silica gel. Pfft.

Silica adalah seorang Beast Tamer, yaitu player yang bisa mengendalikan monster sebagai pet. Naga kecil lucu di pundaknya bernama Pina. Dalam Sword Art Online, kemungkinan seseorang untuk menjadikan monster liar sebagai pet, apalagi naga biru, sangat kecil. Ditambah fakta bahwa Silica adalah seorang cewek kecil, Pina membuat popularitas Silica melejit sehingga ia sering menerima ajakan party.

Silica memisahkan diri dari party-nya saat hunting di lantai 35. Ia kesal karena merasa dicurangi saat pembagian item. Pina punya skill healing, karenanya Silica tidak terlalu bergantung pada healing crystals. Jauh di dalam hutan, Silica dikeroyok oleh beberapa monster hingga HP barnya mencapai merah. Satu pukulan lagi, maka Silica akan mati. Tepat pada saat itu, Pina mengorbankan diri dan menerima serangan penghabisan. Pina menghilang dan hanya tersisa sebuah item bernama “Pina’s Heart”. Kirito muncul di saat yang tepat dan segera menghabisi monster yang tersisa.

Silica yang terpukul atas kematian Pina kemudian diberitahu oleh Kirito mengenai sebuah item yang dapat menghidupkan kembali pet, tapi sialnya, item itu ada di lantai 47, pemilik pet harus hadir saat pengambilan itemnya dan… item itu hanya berguna selama 3 hari sejak pet mati. Silica yang baru level 44 tentu saja tidak bisa melakukannya sendirian. Kirito kemudian memberinya equip dan menemaninya. Ketika ditanya mengapa ia mau membantu orang yang baru dikenalnya, Kirito menjawab “Because you look like my little sister”.

Singkat cerita, mereka berdua berhasil mendapatkan “Flower of Pneuma”, item untuk menghidupkan kembali Pina. Oh ya, aku lupa bilang, simaklah perjalanan mereka dari awal lantai 47 hingga mencapai Hill of Memories, lalu hitung berapa kali Silica dipermalukan oleh monster-monster yang mereka temui di jalan. Sangat lucu dan menggemaskan, kecuali saat dia dikagetkan oleh Hode. Lihatlah muka sangar Kirito saat menebas monster itu.

Semuanya berjalan mulus, hingga di akhir. Mereka berdua diserang guild orange. Lihat saja bagaimana Kirito menerima semua damage yang diberikan oleh kawanan orange itu. Dan di akhirnya….

Semuanya berakhir bahagia. Pina hidup kembali, para penjahat telah dikurung, dan Kirito sekarang punya pengganti adik perempuan di dunia AINCRAD. Aku juga mau adik seperti Silica! Episode berikutnya adalah side story lagi, coba langsung baca novel volume 8 kalau mau spoiler.

About darksiderzukasa

I am a drifter. I do not belong to anyone. I am a free spirit. My words are not tied to any rules.

Posted on Agustus 6, 2012, in Anime, Indonesia and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: