Arsip Blog

Seorang Anak dan Rp 10.000


Cerita ini aku dapat dari forum Kaskus, tapi saya lupa thread spesifiknya. Dan aku menceritakan kembali ceritanya semirip aslinya, karena tidak memakai copy paste.
Oke, begini ceritanya:
Baca terus…

Iklan

Perjalanan selama Tahun 2010

Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2010 dan menyambut tahun 2011. Saya sendiri berharap tahun 2011 menjadi tahun yang lebih baik karena tahun depan saya sudah mesti ikut Ujian Nasional dan berbagai tes masuk universitas yang cukup sulit. Semoga saya bisa lulus, aminn…
Tapi hal yang paling menonjol selama perayaan tahun baru ini: SUARA MERCON! Nggak malem, nggak siang, selalu saja ada suara CDAR CDAR! Dan semuanya sudah mulai dari malam Natal lalu. Sampe heran, dari mana orang-orang bisa dapet duit buat hura-hura seperti itu. Satu tips kalau mau beli mercon dan kembang api, belilah pada siang hari tanggal 31 Desember. Kenapa? Karena biasanya kita bisa dapet harga lebih murah. Bayangkan, saya dapet sekitar 6 mercon besar dengan harga 75 ribu saja. Kalau dibandingkan dengan membeli pada hari-hari sebelumnya, harganya bisa jauh lebih mahal. Mungkin alasannya mau menghabiskan stok ya 😀
Baca terus…

Nasib Menjadi Golongan Minoritas

Aku hanya ingin sedikit berbagi tentang sedikit kejadian dalam kehidupan nyataku. Aku seorang otaku, suka anime dan semua yang berhubungan dengan Jepang. Bisa dibilang kalau aku itu Japanese wannabe. Tapi, lama-lama aku ngerasa jauh dengan teman-temanku karena sedikit sekali yang suka anime, terutama teman-teman sekelasku. Aku susah berbicara dengan mereka karena keseringan mereka membicarakan hal-hal macam sepak bola dan sejenisnya, pokoknya semua bidang yang tidak terlalu aku senangi. Bukan salah mereka suka bidang-bidang seperti itu, namanya juga remaja ada saja yang disukai, tapi aku tidak terlalu berminat dengan kesenangan mereka jadi sangat susah mencari bahan obrolan. Susah mencari sesuatu yang bisa mengikat. Kadang kalo aku bicara anime, semuanya pasti tidak mengerti sedikitpun.

Akhirnya aku mencari orang-orang yang mempunyai hobi sama, anime. Dan akhirnya aku temukan. Kita sering ngobrol-ngobrol di sekolah tentang anime-anime yang baru-baru, bagi-bagi tugas download episode anime lalu membaginya, chatting melalui group kami di Facebook (kalau Anda mau join, silakan klik disini. Saya adminnya.), dan kumpul-kumpul membahas masalah jika ada yang punya. Rasanya memang menyenangkan mempunyai teman-teman sehobi. Tapi tetap saja ada yang mengganjal yaitu terkadang menjadi golongan minoritas itu susah diterima oleh kebanyakan orang.

Yah, mau gimana lagi, wajar saja yang minoritas tersingkir. Teori Darwin juga bilang begitu. Tapi, nikmatnya ada pada diri sendiri yaitu menikmati hobi dan kesenangan bersama teman-teman yang sehobi juga. Itu saja. Memang suara kaum otaku tidak akan bisa mempengaruhi orang banyak, apalagi otaku dikonotasikan negatif. Jangankan otaku, anime saja masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat kita. Tapi aku tidak menghiraukan semua itu. Anime adalah penyokong hidupku, satu-satunya pelarian dari dunia nyata saat dunia melawanku.

Mungkin hanya sekian saja dulu, hanya ingin menuangkan unek-unek sedikit 🙂